Saham

Laba Amman Mineral (AMMN) Meroket ke Rp8,89 Triliun di Semester I/2026, Produksi Melonjak

Ringkasan Cepat

PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) mencetak laba bersih US$497,93 juta atau Rp8,89 triliun pada semester I/2026, berbalik dari rugi US$148,72 juta pada periode sama tahun sebelumnya. Torehan ini ditopang lonjakan penjualan bersih ke US$2,05 miliar seiring produksi tembaga yang naik 136% dan emas 481%, dengan Glencore sebagai pembeli terbesar berkontribusi 61,1% dari total penjualan.

• 2 menit membaca
R
Oleh Rio Henanto
Ilustrasi lonjakan laba Amman Mineral pada semester I/2026 yang ditopang peningkatan produksi tembaga dan emas serta penjualan

Ilustrasi industri pengolahan bauksit dan tembaga Indonesia terkait pertumbuhan ekspor mineral sepanjang Januari hingga Agustus 2026 serta tantangan hilirisasi domestik. (Foto:AMMN)

Emitenhub.com -PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) mencetak laba bersih US$497,93 juta atau Rp8,89 triliun (asumsi kurs Rp17.857 per dolar AS) pada semester I/2026. Torehan ini membalik posisi rugi pada periode sama tahun sebelumnya yang minus US$148,72 juta atau Rp2,48 triliun (asumsi kurs Rp16.667 per dolar AS).

Lonjakan laba tersebut ditopang penjualan bersih yang melejit ke US$2,05 miliar atau Rp36,61 triliun, dari hanya sekitar US$182,60 juta atau Rp3,04 triliun pada semester I/2025. Seiring itu, laba kotor terkerek ke US$964,15 juta atau Rp17,22 triliun, dari US$55,70 juta atau Rp928,3 miliar.

Direktur Utama AMMN Arief Sidarto menyampaikan capaian laba kali ini ditopang peningkatan produksi tembaga dan emas, masing-masing naik 136% menjadi 211 juta pon dan 481% menjadi 346.354 ons.

"Sepanjang semester pertama 2026, kami terus meningkatkan kapasitas produksi smelter dan PMR sembari menstabilkan operasi," kata Arief lewat siaran pers, Senin (21/9/2026).

"Kinerja keuangan semester I-2026 mencerminkan perbaikan kinerja operasional, volume penjualan yang lebih tinggi, serta harga jual logam yang lebih kuat," lanjutnya.

Dari sisi pembeli, Glencore menjadi pelanggan terbesar AMMN dengan kontribusi mencapai 61,1% dari total penjualan atau sebesar US$1,25 miliar. Selanjutnya, penjualan kepada PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) mencapai 15,1% atau US$310,11 juta, dan PT Marubeni Indonesia sebesar 11,3% atau US$231,85 juta.

Secara produk, penjualan domestik AMMN berasal dari katoda tembaga sebesar US$430,71 juta dan emas murni US$311,06 juta. Sementara itu, penjualan ekspor mencapai US$1,31 miliar, yang terdiri dari konsentrat tembaga dan emas serta katoda tembaga.

Meski laba tumbuh signifikan, beban keuangan AMMN meningkat menjadi US$255,70 juta pada semester I/2026, dari US$167,63 juta pada periode sama tahun sebelumnya. Kendati demikian, laba sebelum pajak tetap mencapai US$695,08 juta, berbalik dari rugi US$191,54 juta.

Dari sisi neraca, total liabilitas AMMN turun menjadi US$7,94 miliar per 30 Juni 2026, dari US$8,44 miliar pada akhir 2025. Penurunan itu antara lain terlihat pada pinjaman bank jangka panjang bersih yang turun menjadi US$5,65 miliar dari US$5,88 miliar.

Sementara itu, total aset tercatat US$13,80 miliar, relatif turun dari US$13,87 miliar pada akhir 2025. Adapun total ekuitas meningkat menjadi US$5,86 miliar dari US$5,43 miliar.

Iklan