TINS

Aktivitas penambangan timah PT Timah (Persero) Tbk (TINS) di Pulau Belitung terkait kuota RKAB 2026
Saham

2 minggu yang lalu

Kuota RKAB Habis, PT Timah (TINS) Kini Boleh Produksi di Atas Batas

PT Timah (Persero) Tbk. (TINS) mengungkapkan kuota produksi RKAB 2026 di Belitung habis setelah penertiban tambang ilegal justru mengalirkan lebih banyak pasokan ke perseroan. Produksi timah TINS terus menanjak sepanjang 2025-2026, dengan produksi bijih semester I-2026 naik 75%. Lewat Perpres No. 79/2026, TINS diizinkan berproduksi di atas kuota RKAB selama setahun dengan verifikasi surveyor independen tiap bulan.

TR

Tim Redaksi Emitenhub

EmitenHub

Baca
Ilustrasi kebijakan yang memperbolehkan PT Timah berproduksi di atas kuota RKAB di Belitung yang menuai catatan soal risiko moral hazard
Saham

3 minggu yang lalu

TINS Boleh Produksi Timah di Atas Kuota RKAB, Pakar Ingatkan Risiko Moral Hazard

Pakar minerba dari Pushep, Bisman Bakhtiar, menilai kebijakan yang memperbolehkan PT Timah (TINS) beroperasi dan membeli bijih timah dari IPR meski kuota RKAB habis memunculkan risiko moral hazard. Kebijakan yang berdasar Perpres No. 79/2026 ini memberi TINS izin berproduksi di atas kuota RKAB selama satu tahun di Pulau Belitung dengan verifikasi surveyor independen tiap bulan, meski Bisman mengingatkan potensi melemahnya fungsi RKAB sebagai instrumen pengendalian produksi.

TR

Tim Redaksi Emitenhub

EmitenHub

Baca →
Ilustrasi lonjakan saham dan laba bersih PT Timah 894% pada semester I/2026 seiring penutupan tambang ilegal dan defisit timah global
Saham

1 bulan yang lalu

Disebut Prabowo, Saham Timah (TINS) Tancap Gas: Laba Meledak 894%, Target Harga Dikerek ke Rp4.800

Saham PT Timah Tbk (TINS) melanjutkan penguatan setelah disebut Presiden Prabowo Subianto dalam pidato kenegaraan, ditopang laba bersih semester I/2026 yang melesat hingga 894,7% menjadi Rp2,7 triliun. Penutupan 1.000 tambang timah ilegal, lonjakan harga jual rata-rata, serta defisit pasokan timah global mendorong analis mempertahankan rekomendasi beli dengan target harga dikerek naik hingga Rp4.800.

TR

Tim Redaksi Emitenhub

EmitenHub

Baca →

Artikel TINS