Suku Bunga BI

Ilustrasi pelemahan rupiah ke Rp18.135 per dolar AS di tengah kebijakan BI Rate 5,75%, insentif DNDF, dan pengelolaan instrumen SRBI oleh Bank Indonesia.
Ekonomi

2 jam yang lalu

Rupiah Tertekan ke Rp18.135, Ekonom Ingatkan BI Rate Bisa Perlu Disesuaikan

Nilai tukar rupiah melemah ke kisaran Rp18.135 per dolar AS, mendekati level Rp18.178 yang sempat tercatat pada Juni 2026. Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede menilai insentif lindung nilai DNDF belum tentu cukup untuk menahan tekanan akibat risiko MSCI, kenaikan harga minyak, dan ketidakpastian pasar. BI mempertahankan suku bunga acuan sebesar 5,75% serta mengoptimalkan DNDF dan SRBI. Josua mengingatkan bahwa penyesuaian BI Rate perlu tetap menjadi pilihan apabila pelemahan rupiah

TR

Tim Redaksi Emitenhub

EmitenHub

Baca
Ilustrasi Bank Indonesia terkait keputusan mempertahankan BI Rate sebesar 5,75% dan menaikkan Deposit Facility menjadi 5%, serta dampaknya terhadap IHSG, saham perbankan, dan pasar obligasi.
Market

5 hari yang lalu

BI Rate Ditahan 5,75%, Deposit Facility Naik ke 5%, Bagaimana Dampaknya ke Saham dan Obligasi?

Bank Indonesia mempertahankan BI Rate di level 5,75% sambil menaikkan suku bunga Deposit Facility menjadi 5% untuk menjaga stabilitas rupiah. Kebijakan ini mendapat respons positif dari IHSG, tetapi masih menyisakan risiko bagi saham dan obligasi akibat ketidakpastian arah suku bunga. Analis menilai sektor perbankan dapat memperoleh manfaat dari peningkatan imbal hasil penempatan dana, sementara prospek obligasi berbeda menurut tenor dan ekspektasi pasar.

TR

Tim Redaksi Emitenhub

EmitenHub

Baca →
Ilustrasi Bank Indonesia terkait keputusan mempertahankan BI Rate sebesar 5,75% dan menaikkan Deposit Facility menjadi 5%, serta dampaknya terhadap IHSG, saham perbankan, dan pasar obligasi.
Ekonomi

1 minggu yang lalu

Rupiah Tembus Rp18.000, BI-Rate Terancam Naik ke 6,25%! Begini Prediksi 34 Ekonom

Bank Indonesia diperkirakan mempertahankan BI-Rate di level 5,75% pada Oktober 2026 berdasarkan median konsensus Bloomberg dari 34 ekonom dan analis. Namun, 12 ekonom memproyeksikan kenaikan suku bunga menjadi 6%, sementara Citigroup memperkirakan kenaikan lebih agresif hingga 6,25%. Perbedaan pandangan tersebut muncul ketika rupiah menghadapi tekanan di sekitar Rp18.000 per dolar AS, inflasi September mencapai 3,28%, dan risiko arus modal asing keluar meningkat akibat ketidakpastian MSCI.

TR

Tim Redaksi Emitenhub

EmitenHub

Baca →

Artikel Suku Bunga BI