petrokimia

Fasilitas pabrik petrokimia Chandra Asri milik Grup Barito Pacific sebagai ilustrasi sejarah perusahaan
Saham

1 minggu yang lalu

Saat Chandra Asri Milik Prajogo Nyaris Jatuh ke Tangan Petronas

Chandra Asri, perusahaan petrokimia terbesar Indonesia milik Prajogo Pangestu, pernah santer diisukan hendak diakuisisi Petronas pada 1996 di tengah krisis likuiditas dan beban utang besar. Isu itu dibantah CEO Petronas kala itu dan tak pernah terwujud akibat hambatan politik serta badai krisis moneter. Chandra Asri akhirnya menjadi pasien BPPN, melewati restrukturisasi utang alot dengan Marubeni, sebelum sepenuhnya dikuasai Prajogo lewat Barito Pacific pada 2007.

TR

Tim Redaksi Emitenhub

EmitenHub

Baca
Fasilitas pabrik petrokimia Chandra Asri milik Grup Barito Pacific sebagai ilustrasi sejarah perusahaan
Saham

2 minggu yang lalu

Pabrik CA-EDC Chandra Asri (TPIA) Capai Progres 80%, Ditarget Operasi 2027

PT Chandra Asri Pacific (TPIA) melalui PT Chandra Asri Alkali membangun pabrik CA-EDC yang kini mencapai progres fisik sekitar 80% dan memasuki tahap pemasangan peralatan utama. Proyek berinvestasi lebih dari USD800 juta ini ditargetkan beroperasi pada 2027 dengan kapasitas 827.000 ton soda kaustik cair dan 500.000 ton EDC per tahun. Fasilitas tersebut diproyeksikan menekan impor bahan kimia sekaligus membuka ratusan lapangan kerja.

TR

Tim Redaksi Emitenhub

EmitenHub

Baca →
Ilustrasi pergerakan harga komoditas global, minyak Brent yang diproyeksikan bertahan di atas US$100 per barel hingga kuartal II-2027, dan emas yang diperkirakan mencapai rata-rata US$5.140 per ons pada 2028.
International

3 minggu yang lalu

Harga Minyak Tembus US$100, Industri Petrokimia Tertekan Ongkos Bahan Baku

Kenaikan harga minyak dunia ke atas US$100 per barel menekan industri petrokimia nasional, mendorong harga nafta bertahan di atas US$1.000 per ton dan harga resin diperkirakan menembus US$1.400 per ton. Inaplas memproyeksikan tekanan berlanjut hingga awal 2027 akibat geopolitik Timur Tengah, diperberat pelemahan rupiah dan derasnya impor plastik dari Cina, sementara ekonom CORE menilai margin dan utilisasi pabrik tertekan lebih dulu karena daya beli belum pulih.

TR

Tim Redaksi Emitenhub

EmitenHub

Baca →

Artikel petrokimia