OPEC+

Ilustrasi produksi minyak OPEC+ yang mempertahankan kuota Desember 2026 di tengah konflik Timur Tengah dan kenaikan harga minyak Brent hingga US$118 per barel.
Market

1 minggu yang lalu

OPEC+ Tahan Kuota Produksi Minyak Desember 2026, Harga Brent Sentuh US$118

OPEC+ mempertahankan target produksi minyak pada Desember 2026 di tengah konflik Timur Tengah yang membatasi pasokan sejumlah negara anggota. Harga minyak Brent sempat mencapai US$118 per barel seiring kekhawatiran eskalasi konflik. Meski pengiriman melalui Selat Hormuz mulai pulih, produksi aktual belum sepenuhnya mengikuti kuota. OPEC+ akan membahas kebijakan produksi 2027 dalam pertemuan tingkat menteri pada 29 November, dengan mempertimbangkan audit kapasitas produksi.

TR

Tim Redaksi Emitenhub

EmitenHub

Baca
Ilustrasi pergerakan harga komoditas global, minyak Brent yang diproyeksikan bertahan di atas US$100 per barel hingga kuartal II-2027, dan emas yang diperkirakan mencapai rata-rata US$5.140 per ons pada 2028.
Market

3 minggu yang lalu

Harga Minyak Indonesia Melonjak ke US$112,81 per Barel, Konflik Timur Tengah Jadi Pemicu

Harga minyak mentah Indonesia (ICP) pada September 2026 melonjak US$23,38 menjadi US$112,81 per barel akibat meningkatnya ketegangan geopolitik Timur Tengah dan risiko gangguan pasokan. Kenaikan juga terjadi pada harga minyak Brent, WTI, Dated Brent, dan OPEC Basket. Pemerintah memproyeksikan ICP Oktober 2026 mulai melandai ke kisaran US$98 hingga US$103 per barel.

TR

Tim Redaksi Emitenhub

EmitenHub

Baca →
Ilustrasi pergerakan harga komoditas global, minyak Brent yang diproyeksikan bertahan di atas US$100 per barel hingga kuartal II-2027, dan emas yang diperkirakan mencapai rata-rata US$5.140 per ons pada 2028.
International

1 bulan yang lalu

Harga Minyak Berpotensi Tembus US$110, Konflik Teluk Persia Jadi Pemicu

Harga minyak mentah dunia diperkirakan melanjutkan tren kenaikan hingga awal 2027, dengan Brent berisiko menembus US$110 per barel jika eskalasi konflik di Teluk Persia terus berlanjut, menurut analis Traderindo Wahyu Laksono. Batas bawah harga dinilai telah bergeser kokoh ke atas US$80 per barel seiring premi risiko perang US$10-US$15 per barel, sementara ketegangan terbaru berupa serangan AS di dekat Pulau Kharg dan peringatan IRGC turut mengerek Brent ke US$104,56 per barel pada Jumat (11/9/2

TR

Tim Redaksi Emitenhub

EmitenHub

Baca →

Artikel OPEC+