harga minyak

Grafik batang komposisi ekspor produk olahan Rusia September 2026 per jenis bahan bakar menurut data Vortexa
International

1 minggu yang lalu

Ekspor Produk Minyak Rusia Tertinggi dalam Tiga Bulan meski Diesel Jatuh ke Rekor Terendah

Ekspor produk olahan Rusia lewat laut menyentuh level tertinggi dalam tiga bulan pada September 2026, sekitar 1,17 juta barel per hari. Lonjakan pengiriman bahan bakar minyak dan nafta menutup anjloknya ekspor diesel ke rekor terendah akibat larangan pemerintah. Pergeseran ini mengikuti serangan Ukraina yang menekan kilang-kilang Rusia.

TR

Tim Redaksi Emitenhub

EmitenHub

Baca
Ilustrasi penurunan harga minyak dunia ke level terendah sepekan di tengah harapan diplomasi AS-Iran dan pemulihan ekspor Arab Saudi
International

3 minggu yang lalu

Harga Minyak Turun ke Level Terendah Sepekan, Harapan Diplomasi AS-Iran Jadi Pemicu

Harga minyak turun ke level terendah dalam lebih dari sepekan pada Senin (21/9/2026), dengan Brent di USD101,71 dan WTI di USD98,15 per barel, didorong harapan jalur diplomasi AS-Iran menjelang Sidang Umum PBB. Tekanan turun juga datang dari pemulihan ekspor minyak Arab Saudi yang naik ke lebih dari 4 juta barel per hari pada September, setelah sebelumnya merosot ke level terendah sejak 2013 akibat serangan Houthi terhadap pipa Timur-Barat.

TR

Tim Redaksi Emitenhub

EmitenHub

Baca →
Ilustrasi pergerakan harga komoditas global, minyak Brent yang diproyeksikan bertahan di atas US$100 per barel hingga kuartal II-2027, dan emas yang diperkirakan mencapai rata-rata US$5.140 per ons pada 2028.
International

3 minggu yang lalu

Harga Minyak Tembus US$100, Industri Petrokimia Tertekan Ongkos Bahan Baku

Kenaikan harga minyak dunia ke atas US$100 per barel menekan industri petrokimia nasional, mendorong harga nafta bertahan di atas US$1.000 per ton dan harga resin diperkirakan menembus US$1.400 per ton. Inaplas memproyeksikan tekanan berlanjut hingga awal 2027 akibat geopolitik Timur Tengah, diperberat pelemahan rupiah dan derasnya impor plastik dari Cina, sementara ekonom CORE menilai margin dan utilisasi pabrik tertekan lebih dulu karena daya beli belum pulih.

TR

Tim Redaksi Emitenhub

EmitenHub

Baca →

Artikel harga minyak