Emitenhub.com - Ekspor produk minyak olahan Rusia lewat jalur laut justru menyentuh level tertinggi dalam tiga bulan pada September. Kenaikan itu terjadi ketika arus diesel merosot akibat larangan ekspor dari pemerintah. Pergeseran komposisi ini memperlihatkan bagaimana serangan Ukraina terhadap kilang Rusia menata ulang peta pengiriman bahan bakar negara tersebut.
Data Vortexa mencatat total ekspor produk olahan jalur laut menyentuh sekitar 1,17 juta barel per hari. Lonjakan pengiriman bahan bakar minyak dan nafta lebih dari cukup menutup anjloknya volume diesel.
Pengiriman diesel dan gasoil terjun ke 144.000 barel per hari. Angka itu menjadi volume bulanan terendah sepanjang catatan Vortexa yang membentang lebih dari satu dekade. Rusia mengerem ekspor diesel demi mengamankan pasokan dalam negeri setelah serangan Ukraina menghantam kilang-kilangnya.
Interfax melaporkan pemerintah kini menimbang izin bagi sebagian produsen untuk kembali mengapalkan diesel bulan ini. Tujuannya menghindari penumpukan stok di dalam negeri.
Bulan sebelumnya, Rusia menggelontorkan subsidi terbesar dalam lebih dari empat tahun kepada perusahaan minyak. Dana itu diarahkan untuk memasok bahan bakar kendaraan darat ke pasar domestik di tengah gempuran pesawat nirawak yang belum reda.
Secara bulanan, pengiriman diesel atau gasoil anjlok 28%, meski arus ke Brasil tetap naik. Ekspor nafta bergerak berlawanan dengan melonjak 35% menjadi 363.000 barel per hari. Pengiriman dari pelabuhan Baltik menopang lonjakan itu lewat kenaikan hampir 50%, imbas gangguan serangan Ukraina terhadap infrastruktur di Laut Hitam.

Arus bensin dan komponen pencampurnya tercatat sekitar 19.000 barel per hari. Tidak ada satu pun kargo bahan bakar jet yang terkirim sepanjang bulan.
Pengiriman bahan bakar minyak naik 6% menjadi sekitar 613.000 barel per hari. Volume itu menjadi yang tertinggi sejak April, dengan pelabuhan Baltik menyumbang hampir 80% dari total kargo. Ekspor bahan baku kilang, termasuk vacuum gasoil, naik tipis ke sekitar 32.000 barel per hari.
Komposisi ekspor yang bergeser dari diesel ke bahan bakar minyak dan nafta memperlihatkan kilang Rusia menyusun ulang keluaran produknya di bawah tekanan serangan yang belum berhenti.
Sekarang kubikin grafiknya. Satu bar chart komposisi ekspor per jenis produk, biar langsung kelihatan bahan bakar minyak dan nafta yang jadi penopang.


