Brent

Antrean kendaraan di SPBU dan pesawat di bandara sebagai ilustrasi tekanan inflasi sektor transportasi
Market

2 minggu yang lalu

Inflasi Transportasi Tembus 4,84 Persen, Bensin dan Tiket Pesawat Jadi Pemicu

Inflasi kelompok transportasi menembus 4,84 persen secara tahunan pada September 2026, jauh di atas inflasi umum 3,28 persen, dengan bensin sebagai penyumbang terbesar beraandil 0,31 poin persentase. Tarif angkutan udara mencatat inflasi tahunan 15,25 persen meski secara bulanan justru deflasi akibat masuknya low season, sementara operator angkutan darat menahan tarif demi menjaga permintaan. Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede menilai tekanan transportasi berpotensi menguat kembali pada tr

TR

Tim Redaksi Emitenhub

EmitenHub

Baca
Ilustrasi penurunan harga minyak dunia ke level terendah sepekan di tengah harapan diplomasi AS-Iran dan pemulihan ekspor Arab Saudi
International

3 minggu yang lalu

Harga Minyak Turun ke Level Terendah Sepekan, Harapan Diplomasi AS-Iran Jadi Pemicu

Harga minyak turun ke level terendah dalam lebih dari sepekan pada Senin (21/9/2026), dengan Brent di USD101,71 dan WTI di USD98,15 per barel, didorong harapan jalur diplomasi AS-Iran menjelang Sidang Umum PBB. Tekanan turun juga datang dari pemulihan ekspor minyak Arab Saudi yang naik ke lebih dari 4 juta barel per hari pada September, setelah sebelumnya merosot ke level terendah sejak 2013 akibat serangan Houthi terhadap pipa Timur-Barat.

TR

Tim Redaksi Emitenhub

EmitenHub

Baca →
Ilustrasi pergerakan harga komoditas global, minyak Brent yang diproyeksikan bertahan di atas US$100 per barel hingga kuartal II-2027, dan emas yang diperkirakan mencapai rata-rata US$5.140 per ons pada 2028.
International

1 bulan yang lalu

Harga Minyak Berpotensi Tembus US$110, Konflik Teluk Persia Jadi Pemicu

Harga minyak mentah dunia diperkirakan melanjutkan tren kenaikan hingga awal 2027, dengan Brent berisiko menembus US$110 per barel jika eskalasi konflik di Teluk Persia terus berlanjut, menurut analis Traderindo Wahyu Laksono. Batas bawah harga dinilai telah bergeser kokoh ke atas US$80 per barel seiring premi risiko perang US$10-US$15 per barel, sementara ketegangan terbaru berupa serangan AS di dekat Pulau Kharg dan peringatan IRGC turut mengerek Brent ke US$104,56 per barel pada Jumat (11/9/2

TR

Tim Redaksi Emitenhub

EmitenHub

Baca →

Artikel Brent