Saham

Laba Era Media (DOOH) Meledak 978%, tapi Sahamnya Digembok BEI

Ringkasan Cepat

PT Era Media Sejahtera Tbk (DOOH) membukukan lonjakan laba bersih 978,18% menjadi Rp67,71 miliar pada paruh pertama 2026, meski laba kotornya justru anjlok dan perseroan mencatat rugi operasi Rp12,64 miliar. Lonjakan laba ditopang pendapatan lain-lain yang melesat menjadi Rp93,64 miliar, sementara saham DOOH masih digembok BEI sehingga belum bisa diperdagangkan dan menuai keluhan investor ritel.

2 menit membaca
R
Oleh Rio Henanto
Ilustrasi lonjakan laba Era Media Sejahtera pada semester I/2026 di tengah sahamnya yang masih digembok BEI

Ilustrasi lonjakan laba Era Media Sejahtera pada semester I/2026 di tengah sahamnya yang masih digembok BEI (Foto:DOOH)

Emitenhub.com - PT Era Media Sejahtera Tbk (DOOH) membukukan laba bersih Rp67,71 miliar sepanjang paruh pertama 2026, melambung 978,18% dari posisi sama tahun sebelumnya sebesar Rp6,28 miliar. Sejalan dengan itu, laba per saham dasar dan dilusian naik menjadi Rp8,75 dari sebelumnya Rp0,81.

Pendapatan bersih tercatat Rp84,26 miliar, naik 14,67% dari periode sama tahun lalu sebesar Rp73,48 miliar. Beban pokok pendapatan membengkak menjadi Rp73,47 miliar dari sebelumnya Rp46,64 miliar. Alhasil, laba kotor terkumpul Rp10,79 miliar, anjlok dari posisi sama tahun lalu sebesar Rp26,84 miliar.

Beban umum dan administrasi naik menjadi Rp23,44 miliar dari Rp18,52 miliar. Perseroan membukukan rugi operasi Rp12,64 miliar, berbalik dari laba Rp8,32 miliar. Beban keuangan turut membengkak menjadi Rp1,41 miliar dari Rp242,12 juta. Adapun pendapatan lain-lain melesat menjadi Rp93,64 miliar, meroket 2,34 juta persen dari posisi sama tahun lalu yang hanya Rp4 juta.

Laba bersih periode berjalan tercatat Rp63,27 miliar, melejit dari periode sama tahun lalu sebesar Rp6,63 miliar. Total ekuitas naik menjadi Rp309,53 miliar dari akhir tahun sebelumnya Rp248,44 miliar. Jumlah liabilitas susut menjadi Rp96,96 miliar dari akhir 2025 senilai Rp97,52 miliar, sementara total aset melambung menjadi Rp406,5 miliar dari akhir tahun lalu Rp345,97 miliar.

Di sisi lain, Bursa Efek Indonesia (BEI) menggembok saham DOOH beberapa waktu lalu, sehingga efeknya belum bisa diperdagangkan. Kondisi ini menuai keluhan dari sejumlah pelaku pasar ritel. Pasalnya, dana yang tertanam di saham DOOH tidak bisa dipindahkan atau diinvestasikan ke saham lain.

Iklan