Emitenhub.com - PT Semen Indonesia (Persero) Tbk atau SIG (SMGR) membukukan laba bersih Rp228,25 miliar pada paruh pertama 2026, meroket 471% dari periode sama tahun lalu sebesar Rp39,97 miliar. Sejalan dengan itu, laba per saham dasar ikut menanjak menjadi Rp34 dari sebelumnya Rp6.
Lonjakan laba itu ditopang pendapatan Rp17,65 triliun, naik 13,14% dari posisi sama tahun lalu sebesar Rp15,6 triliun. Beban pokok pendapatan membengkak menjadi Rp13,85 triliun dari sebelumnya Rp12,47 triliun. Laba kotor terakumulasi Rp3,79 triliun, bertambah dari periode sama tahun lalu sebesar Rp3,13 triliun.
Beban penjualan naik menjadi Rp1,47 triliun dari Rp1,08 triliun, sedangkan beban umum dan administrasi bertambah menjadi Rp1,65 triliun dari Rp1,44 triliun. Penghasilan keuangan melonjak menjadi Rp109,86 miliar dari Rp81,17 miliar, sementara beban keuangan menyusut menjadi Rp335,32 miliar dari Rp425,64 miliar.
Bagian atas hasil bersih entitas asosiasi dan ventura bersama tercatat Rp8,87 miliar, menyusut dari Rp9,68 miliar. Beban operasi lainnya turun menjadi Rp44,25 miliar dari Rp96,01 miliar. Beban pajak penghasilan naik menjadi Rp185,38 miliar dari sebelumnya Rp117,35 miliar. Alhasil, laba periode berjalan mencapai Rp207,01 miliar, melompat dari Rp37,92 miliar.
Jumlah ekuitas tercatat Rp47,87 triliun, naik dari akhir tahun sebelumnya sebesar Rp47,71 triliun. Total liabilitas menyusut menjadi Rp25,24 triliun dari akhir 2025 sebesar Rp27,14 triliun. Adapun jumlah aset berkurang menjadi Rp74,62 triliun dari akhir tahun lalu sebesar Rp76,56 triliun.
Di sisi lain, Semen Indonesia menjadi satu-satunya emiten Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang didepak dari indeks MSCI dalam Tinjauan Indeks Agustus 2026. Berdasarkan pengumuman MSCI pada Kamis (13/8/2026) dini hari, SMGR dikeluarkan dari Indeks MSCI Global Small Cap bersama delapan emiten lainnya.
Seluruh perubahan akan diterapkan pada saat penutupan perdagangan 31 Agustus 2026, tepatnya berlaku efektif pada 1 September 2026.


