Saham

KOTA Siapkan Rights Issue Jumbo Rp4,4 Triliun, Borong Land Bank 571 Hektare di Surabaya dan Maja

Ringkasan Cepat

PT DMS Propertindo Tbk (KOTA) menyiapkan rights issue jumbo dengan menerbitkan hingga 100 miliar saham baru untuk menghimpun sekitar Rp4,4 triliun. Mayoritas dana akan dipakai mengakuisisi 99,99% saham PT Art Design Indonesia dan PT Mandirinusa Graha Perkasa senilai total Rp4,4 triliun, yang memberi KOTA penguasaan land bank strategis sekitar 571 hektare di Surabaya dan Maja, dengan persetujuan dimintakan pada RUPSLB 6 Oktober 2026.

3 menit membaca
R
Oleh Rio Henanto
Ilustrasi rights issue jumbo DMS Propertindo untuk mengakuisisi land bank strategis di Surabaya dan Maja

Ilustrasi rights issue jumbo DMS Propertindo untuk mengakuisisi land bank strategis di Surabaya dan Maja (Foto:KOTA)

Emitenhub.com - PT DMS Propertindo Tbk (KOTA) menyiapkan aksi korporasi jumbo melalui Penambahan Modal Dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) I atau rights issue. Perseroan berencana menerbitkan maksimal 100 miliar saham baru Seri B untuk menghimpun dana sekitar Rp4,4 triliun.

Berdasarkan prospektus ringkas perseroan yang terbit pada Jumat (28/8/2026), jumlah saham baru yang akan diterbitkan itu setara dengan sebanyak-banyaknya 90,46% dari modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan setelah pelaksanaan PMHMETD I.

Setiap saham baru memiliki nilai nominal Rp25 per saham dan akan menyandang hak yang sama dengan saham-saham perseroan lainnya yang telah diterbitkan.

Pelaksanaan rights issue tersebut tidak akan menyebabkan perubahan pengendali di KOTA. Adapun PMHMETD I akan dilaksanakan paling lambat dalam 12 bulan sejak tanggal persetujuan RUPSLB.

Sebagian besar dana hasil rights issue akan digunakan KOTA untuk mengambil alih dua perusahaan, yakni PT Art Design Indonesia (ADI) dan PT Mandirinusa Graha Perkasa (MGP).

KOTA berencana mengakuisisi 99,99% saham ADI yang dimiliki PT Michel Energi (ME) sebanyak 1.206.272 lembar saham, dengan nilai transaksi mencapai Rp1,2 triliun.

Selanjutnya, KOTA juga akan mengambil alih 99,99% saham MGP yang dimiliki ME sebanyak 6.413.296 lembar saham, dengan nilai transaksi sekitar Rp3,2 triliun.

Sementara itu, apabila terdapat sisa dana, perseroan akan menggunakannya untuk modal kerja dan kegiatan operasional serta pengembangan usaha.

Rencana akuisisi kedua perusahaan tersebut menjadi bagian dari strategi KOTA untuk memperkuat basis aset sekaligus memperluas pijakan bisnis melalui penguasaan land bank strategis dengan total sekitar 571 hektare.

Melalui pengambilalihan ADI, KOTA akan memperoleh akses terhadap lahan sekitar 23 hektare di Surabaya.

Surabaya dinilai menjadi salah satu pusat aktivitas ekonomi dan perdagangan di kawasan Indonesia bagian timur, sehingga penguasaan lahan di wilayah tersebut berpotensi memperkuat posisi perseroan dalam pengembangan bisnis properti.

Sementara itu, akuisisi MGP akan memberi KOTA penguasaan atas lahan sekitar 548 hektare di Maja.

Kawasan Maja dinilai memiliki potensi pertumbuhan seiring perkembangan kawasan hunian, peningkatan konektivitas transportasi, serta kebutuhan terhadap kawasan industri dan logistik.

Dengan demikian, aksi korporasi tersebut sekaligus menjadi langkah KOTA untuk memperbesar basis aset dan mengamankan cadangan lahan bagi pengembangan bisnis ke depan.

Meski telah menyiapkan rencana rights issue dan akuisisi, KOTA masih harus memperoleh persetujuan pemegang saham.

Perseroan akan meminta persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan berlangsung pada 6 Oktober 2026.

Jika memperoleh persetujuan, KOTA selanjutnya akan menjalankan rangkaian proses PMHMETD I sesuai ketentuan yang berlaku di pasar modal.

Saham KOTA dalam sepekan terakhir naik 3,87%, dalam sebulan melonjak 28,8%, dan dalam enam bulan terbang 159%. Secara tahunan (year to date/YtD), sahamnya meroket 163% dari harga Rp61 pada 2 Januari 2026.

Iklan