Saham

Laba J Resources (PSAB) Meledak 803% di Semester I/2026, Beban Pokok Dipangkas Drastis

Ringkasan Cepat

PT J Resources Tbk (PSAB) membukukan lonjakan laba bersih entitas induk 803,25% menjadi USD177,89 juta pada semester I/2026, ditopang penjualan yang naik 14,51% menjadi USD160,63 juta serta pemangkasan beban pokok penjualan yang drastis. Laba kotor melonjak 61,04% menjadi USD141,68 juta, sementara total liabilitas perseroan turun tajam 45,11% menjadi USD201,45 juta.

1 menit membaca
R
Oleh Rio Henanto
Ilustrasi lonjakan laba J Resources pada semester I/2026 yang ditopang pemangkasan beban pokok penjualan

Ilustrasi lonjakan laba J Resources pada semester I/2026 yang ditopang pemangkasan beban pokok penjualan (Foto:PSAB)

Emitenhub.com - PT J Resources Tbk (PSAB) mencatatkan laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar USD177,89 juta pada semester I/2026, meroket sekitar 803,25% dibandingkan USD19,69 juta pada periode sama tahun sebelumnya.

Berdasarkan laporan keuangan perseroan yang terbit pada Selasa (1/9/2026), PSAB membukukan penjualan USD160,63 juta hingga 30 Juni 2026. Angka tersebut meningkat sekitar 14,51% dibandingkan penjualan USD140,29 juta pada semester I/2025.

Namun, yang menjadi sorotan adalah beban pokok penjualan yang berhasil ditekan secara drastis. Beban pokok penjualan PSAB turun menjadi USD18,94 juta, dari USD52,30 juta pada periode sama tahun sebelumnya.

Efisiensi tersebut membuat laba kotor PSAB melonjak menjadi USD141,68 juta, dari USD87,98 juta pada semester I/2025. Dengan demikian, laba kotor meningkat sekitar 61,04%.

Kinerja positif berlanjut hingga bottom line. Laba sebelum pajak PSAB mencapai USD190,25 juta, melesat sekitar 403,44% dibandingkan USD37,79 juta pada periode sama tahun sebelumnya.

Dari sisi neraca, total liabilitas PSAB menurun cukup tajam. Per 30 Juni 2026, liabilitas perseroan tercatat USD201,45 juta, turun sekitar 45,11% dibandingkan USD367,04 juta pada 31 Desember 2025.

Sementara itu, total aset perseroan mencapai USD636,86 juta per akhir Juni 2026, turun sekitar 22,49% dibandingkan USD821,56 juta pada akhir Desember 2025.

Iklan