Emitenhub.com - Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas M Nafan Aji Gusta menilai pengumuman pernyataan tender sukarela (VTO) PT Astra International Tbk (ASII) atas saham PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) berpotensi memengaruhi likuiditas AUTO.
Pasalnya, aksi tersebut berpotensi menurunkan free float AUTO sekitar 4,947% yang berpindah ke ASII. Free float AUTO yang sebelumnya sekitar 20% secara teoretis dapat turun menjadi sekitar 15%, sehingga jumlah saham beredar di publik kian terbatas.
"Kondisi ini berpotensi membuat likuiditas perdagangan AUTO lebih rendah dan volatilitas harga menjadi lebih tinggi, meskipun di sisi lain kelangkaan saham publik dapat memberikan efek positif terhadap rerating apabila permintaan investor terhadap AUTO tetap kuat," ujar Nafan kepada EmitenNews, Senin (31/8/2026).
Meski demikian, dari sisi valuasi justru muncul tanda sebaliknya. Harga tender sukarela Rp3.600 per saham dinilai telah mencerminkan fair value AUTO secara fundamental, bahkan cenderung berada di sisi atas valuasi wajarnya dalam jangka pendek.
Menurut Nafan, hal itu tak lepas dari fundamental AUTO yang solid. Sepanjang semester I/2026, laba bersih AUTO mencapai Rp1,15 triliun atau tumbuh 23%, sementara pendapatan naik 13% menjadi Rp10,9 triliun.
"Dengan harga pasar sebelum pengumuman sekitar Rp3.400, valuasi AUTO juga masih relatif reasonable, sekitar 6,9x PER dan 1,04x PBV," tutur Nafan.
Di samping itu, harga Rp3.600 memberikan premium sekitar 5,9% terhadap harga penutupan pada 28 Agustus lalu, dan jauh di atas rata-rata harga tertinggi harian dalam 90 hari terakhir.
"Jadi, saya melihat Rp3.600 bukan sekadar harga untuk menarik pemegang saham publik, tetapi juga menunjukkan bahwa ASII melihat adanya nilai strategis dan fundamental jangka panjang pada AUTO," katanya.
Sementara itu, dari sisi ASII, penetapan harga premium tersebut memang membutuhkan gelontoran dana maksimal sekitar Rp858,4 miliar dari kas internal. Namun, secara fundamental dampaknya relatif positif karena ASII meningkatkan kepemilikan pada aset yang memiliki profitabilitas dan prospek pertumbuhan baik.
Jika seluruh VTO terserap, kepemilikan ASII di AUTO naik dari 80% menjadi sekitar 84,95%, sehingga porsi laba AUTO yang secara ekonomi menjadi milik pemegang saham ASII turut meningkat.
"Bagi AUTO sendiri, harga Rp3.600 dapat menjadi benchmark valuasi baru yang positif karena pengendali bersedia membayar premium. Namun, perlu digarisbawahi bahwa harga VTO bukan berarti menjadi floor permanen harga saham AUTO setelah periode tender berakhir," pungkas Nafan.
Pada perdagangan Senin (31/8/2026), saham ASII ditutup di level 4.800, sedangkan AUTO ditutup menguat 0,88% atau naik 30 poin ke level 3.430.


