Saham

Laba AADI Tembus USD473 Juta di Semester I/2026, Saham Sudah Meroket 47% Setahun

Ringkasan Cepat

PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) membukukan pertumbuhan kinerja pada semester I/2026, dengan pendapatan naik 6,13% menjadi USD2,54 miliar dan laba yang diatribusikan ke pemilik entitas induk tumbuh 10,52% menjadi USD473,77 juta. Perbaikan ini ditopang kenaikan laba bruto serta penghematan biaya keuangan hingga 35,66%, sementara saham AADI telah menguat 46,59% sepanjang tahun berjalan.

2 menit membaca
R
Oleh Rio Henanto
Ilustrasi pertumbuhan laba Adaro Andalan Indonesia pada semester I/2026 yang diiringi penguatan harga saham

Ilustrasi pertumbuhan laba Adaro Andalan Indonesia pada semester I/2026 yang diiringi penguatan harga saham (Foto:AADI)

Emitenhub.com - PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) mengemas pertumbuhan pendapatan pada semester I/2026. Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian per 30 Juni 2026, AADI membukukan pendapatan USD2,54 miliar, tumbuh 6,13% secara tahunan (YoY) dari USD2,39 miliar pada tahun sebelumnya.

Laba bruto juga naik menjadi USD782,70 juta atau tumbuh 12,53% dari USD695,52 juta.

AADI turut menghemat biaya keuangan yang turun 35,66% YoY menjadi USD21,23 juta dari USD32,99 juta. Dari sisi bagian laba ventura bersama, perseroan mencatat perbaikan menjadi laba USD418 ribu dari sebelumnya rugi USD9,3 juta.

Alhasil, laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tumbuh 10,52% YoY menjadi USD473,77 juta dari USD428,68 juta pada tahun lalu. Laba per saham pun ikut naik menjadi USD0,06084 dari USD0,05505.

Sementara itu, menilik neracanya, AADI membukukan total aset USD6,32 miliar, naik dibandingkan posisi per akhir 2025 sebesar USD5,70 miliar. Kenaikan itu ditopang oleh kas dan setara kas yang meningkat menjadi USD1,20 miliar dari USD925,44 juta.

Liabilitas tercatat sebesar USD2,38 miliar, naik dari tahun lalu sebesar USD2,05 miliar, sedangkan ekuitas meningkat menjadi USD3,93 miliar dari USD3,64 miliar.

Pada perdagangan Jumat (28/8/2026), saham AADI ditutup menguat 0,99% atau naik 100 poin ke level 10.225. Adapun secara year to date, AADI terpantau menguat 46,59% atau naik 3.250 poin.

Pertumbuhan laba yang berbarengan dengan penghematan biaya keuangan menempatkan AADI di posisi yang relatif kokoh memasuki paruh kedua 2026. Penguatan saham hampir 47% sepanjang tahun berjalan menunjukkan pasar sudah merespons perbaikan kinerja ini. Ke depan, arah kinerja perseroan akan bergantung pada pergerakan harga batu bara serta kemampuan AADI menjaga efisiensi biaya di tengah dinamika permintaan global.

Iklan