Saham

Laba CBUT Meroket 302% di Semester I/2026, Berkah Hilirisasi Sawit Bernilai Tambah Tinggi

Ringkasan Cepat

PT Citra Borneo Utama Tbk (CBUT) membukukan lonjakan kinerja pada semester I/2026 dengan laba bersih melonjak 302% menjadi Rp169,66 miliar, ditopang pendapatan yang tumbuh 39,16% menjadi Rp9,27 triliun. Pertumbuhan ini terutama didorong strategi hilirisasi sawit, dengan penjualan minyak kelapa sawit yang melesat 1.134% menjadi Rp5,32 triliun, meski perseroan menanggung kerugian selisih kurs yang membengkak.

2 menit membaca
R
Oleh Rio Henanto
Ilustrasi lonjakan kinerja Citra Borneo Utama pada semester I/2026 yang ditopang strategi hilirisasi sawit

Ilustrasi lonjakan kinerja Citra Borneo Utama pada semester I/2026 yang ditopang strategi hilirisasi sawit (Foto:CBUT)

Emitenhub.com - Kinerja keuangan PT Citra Borneo Utama Tbk (CBUT) pada semester I/2026 menunjukkan pertumbuhan signifikan. Pendapatan maupun laba perseroan kompak tumbuh sepanjang enam bulan pertama 2026. Pencapaian tersebut antara lain berkat strategi hilirisasi sawit yang dijalankan perseroan, dengan manajemen tampak fokus pada pengolahan produk turunan kelapa sawit bernilai tambah tinggi sepanjang paruh pertama 2026.

Seperti tergambar dalam laporan keuangan per Juni 2026 yang diumumkan pada Rabu, 26 Agustus 2026, CBUT mencatat pendapatan usaha mencapai Rp9,27 triliun hingga 30 Juni 2026, tumbuh 39,16% dibandingkan periode sama tahun sebelumnya sebesar Rp6,66 triliun.

Penyumbang terbesar pendapatan CBUT pada semester I/2026 berasal dari penjualan minyak kelapa sawit, yakni Rp5,32 triliun. Jumlah ini melesat 1.134% dari hanya Rp430,84 miliar pada semester I/2025.

Seiring pendapatan, beban pokok penjualan perseroan juga naik 25,23% menjadi Rp7,23 triliun pada semester I/2026, dari Rp5,78 triliun pada periode sama 2025. Kendati begitu, CBUT mencatat laba kotor sebesar Rp2,03 triliun, melambung 117,22% dari Rp935,46 miliar pada semester I/2025.

Beban penjualan CBUT juga membengkak 140,89% menjadi Rp1,57 triliun, dibandingkan Rp703,90 miliar pada periode sama tahun lalu. Adapun beban umum dan administrasi perseroan justru menurun menjadi Rp46,91 miliar dari Rp51,11 miliar.

Dari sisi keuangan, pendapatan keuangan tercatat Rp2,14 miliar, turun tajam dibandingkan Rp20,16 miliar pada semester I/2025. Sementara itu, beban bunga dan keuangan turun menjadi Rp61,74 miliar dari Rp72,58 miliar.

Perusahaan juga membukukan kerugian selisih kurs mata uang asing sebesar Rp122,46 miliar pada semester I/2026. Nilai kerugian kurs tersebut membengkak 222,77% dibandingkan kerugian Rp37,94 miliar pada semester I/2025. Pendapatan lainnya CBUT tercatat Rp4,43 miliar, sementara pada periode sama tahun lalu perusahaan justru mencatat beban lainnya Rp38,33 miliar.

Alhasil, laba sebelum pajak CBUT mencapai Rp219,17 miliar pada semester I/2026. Jumlah tersebut melonjak 323,50% dibandingkan Rp51,77 miliar pada semester I/2025. Setelah dikurangi beban pajak sebesar Rp49,51 miliar, laba dari operasi yang dilanjutkan mencapai Rp169,66 miliar, dari sebelumnya hanya Rp42,21 miliar pada semester I/2025.

Dengan demikian, laba bersih CBUT pada semester I/2026 mencapai Rp169,66 miliar. Angka ini melonjak signifikan 302% dibandingkan laba Rp42,21 miliar pada semester I/2025. CBUT pun mencatat laba per saham sebesar Rp54,3 pada semester I/2026, naik dari Rp13,5 per saham.

Dari sisi neraca, total aset Citra Borneo Utama (CBUT) per Juni 2026 sebesar Rp5,91 triliun, naik 43,43% dibandingkan Rp4,12 triliun per Desember 2025. Adapun jumlah liabilitas dan ekuitas perseroan per Juni 2026 masing-masing sebesar Rp4,59 triliun dan Rp1,31 triliun.

Iklan