Adaro Andalan Indonesia

Ilustrasi aktivitas pertambangan batu bara Indonesia terkait usulan IMEF untuk membatasi produksi 2027 menjadi 700 juta ton dan proyeksi HBA US$135 hingga US$140 per ton.
Saham

2 bulan yang lalu

AADI Sang Mesin Dividen, Tebar Yield 9,79% di Tengah Bisnis Batu Bara yang Belum Habis

PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) menegaskan perannya sebagai mesin pencetak kas dengan dividend yield 9,79% dan total dividen Rp1.001,40 per saham dalam setahun terakhir, ditopang laba bersih USD524,4 juta pada semester I/2026. Di balik kinerja cemerlang dan margin tebal dari bisnis baru penyewaan aset kelistrikan lewat KPI, perseroan menghadapi risiko ketergantungan pada pelanggan TNB, lonjakan utang, serta perlambatan ekspor ke Tiongkok dan Jepang.

TR

Tim Redaksi Emitenhub

EmitenHub

Baca
Ilustrasi aktivitas pertambangan batu bara Indonesia terkait usulan IMEF untuk membatasi produksi 2027 menjadi 700 juta ton dan proyeksi HBA US$135 hingga US$140 per ton.
Saham

2 bulan yang lalu

Laba AADI Tembus USD473 Juta di Semester I/2026, Saham Sudah Meroket 47% Setahun

PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) membukukan pertumbuhan kinerja pada semester I/2026, dengan pendapatan naik 6,13% menjadi USD2,54 miliar dan laba yang diatribusikan ke pemilik entitas induk tumbuh 10,52% menjadi USD473,77 juta. Perbaikan ini ditopang kenaikan laba bruto serta penghematan biaya keuangan hingga 35,66%, sementara saham AADI telah menguat 46,59% sepanjang tahun berjalan.

TR

Tim Redaksi Emitenhub

EmitenHub

Baca →
Ilustrasi aktivitas pertambangan batu bara Indonesia terkait usulan IMEF untuk membatasi produksi 2027 menjadi 700 juta ton dan proyeksi HBA US$135 hingga US$140 per ton.
Saham

2 bulan yang lalu

Jumlah Investor Adaro Andalan (AADI) Susut 2.239 di Juli 2026, Free Float Ikut Terkikis

Jumlah pemegang saham PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) turun 2.239 investor menjadi 64.997 pada Juli 2026 berdasarkan Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek. Seiring penyusutan itu, porsi free float AADI juga terkikis dari 18,62% menjadi 18,17%, meski komposisi pemegang saham pengendali seperti Adaro Strategic dan Garibaldi Thohir tetap tak berubah.

TR

Tim Redaksi Emitenhub

EmitenHub

Baca →

Artikel Adaro Andalan Indonesia