Saham

COIN Emiten Kripto Pertama di BEI Pasang Badan untuk Stablecoin, Sahamnya Ikut Naik

Ringkasan Cepat

PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN), emiten crypto investment holding pertama di BEI, memperkuat komitmennya di industri aset keuangan digital lewat partisipasi dalam Coinfest Asia 2026 di Bali. Direktur COIN Adri Prasetyo Martowardojo menyoroti potensi pengembangan stablecoin nasional yang bertumpu pada infrastruktur patuh, pengawasan, dan perlindungan konsumen, sementara saham COIN naik 3,5% ke Rp865 pada perdagangan Senin (24/8).

3 menit membaca
R
Oleh Rio Henanto
Ilustrasi COIN sebagai emiten kripto pertama di BEI mendorong pengembangan stablecoin nasional dalam ajang Coinfest Asia 2026

Ilustrasi COIN sebagai emiten kripto pertama di BEI mendorong pengembangan stablecoin nasional dalam ajang Coinfest Asia 2026 (Foto:COIN)

Emitenhub.com - PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN), perusahaan crypto investment holding pertama yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI), mempertegas komitmennya dalam memperkuat industri aset keuangan digital nasional melalui partisipasi dalam Coinfest Asia 2026 di Bali pada 20-21 Agustus 2026.

Kehadiran COIN dalam ajang tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk mendorong pertumbuhan ekosistem aset digital yang berkelanjutan. Momentum itu sekaligus melengkapi rangkaian kegiatan perusahaan anak, yakni PT Central Finansial X (CFX) dan PT Kustodian Koin Indonesia (ICC), yang sebelumnya menggelar CFX Seaside Mixer dan CFX Cryptalk Vol 2.0.

Coinfest Asia 2026 mempertemukan pembuat kebijakan, pelaku industri, pengembang teknologi, serta komunitas aset digital dari berbagai negara. COIN memanfaatkan forum tersebut sebagai ruang edukasi dan literasi untuk mendorong pemahaman masyarakat terhadap perkembangan aset keuangan digital.

Direktur COIN Adri Prasetyo Martowardojo menyampaikan perseroan mendukung keberlanjutan industri lewat pengembangan inovasi yang dibangun dengan tata kelola yang kuat di seluruh perusahaan anak.

"Momen ini menjadi pijakan strategis bagi kami untuk memperkuat sinergi lintas pemangku kepentingan demi mewujudkan kedaulatan industri aset keuangan digital nasional yang solid," ujar Adri.

Menurutnya, fokus COIN adalah mempercepat pertumbuhan ekosistem aset digital yang aman dan terpercaya melalui inovasi produk berkelanjutan serta peningkatan edukasi kepada masyarakat.

Dalam Coinfest Asia 2026, Adri juga tampil sebagai pembicara pada panel diskusi bertajuk "Indonesia's Stablecoin Economy: Lead, Follow, or Fall Behind" pada 21 Agustus 2026.

Adri menyoroti potensi pengembangan stablecoin di Indonesia. Menurutnya, pengakuan stablecoin sebagai instrumen transaksi yang tidak dimaknai sebagai alat pembayaran berdasarkan Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK) membuka ruang bagi pengembangan berbagai use case baru.

Ia menekankan adopsi teknologi tak hanya bergantung pada kecanggihan teknologi, tetapi juga pada tingkat kepercayaan masyarakat. Karena itu, pengembangan stablecoin membutuhkan infrastruktur yang patuh, mekanisme pengawasan dan akuntabilitas, serta perlindungan konsumen.

"Kunci utama adopsi stablecoin di Indonesia adalah membangun infrastruktur yang patuh, terdapat mekanisme pengawasan dan akuntabilitas, serta memberikan perlindungan konsumen," jelasnya.

Pada perdagangan Senin (24/8), saham COIN tercatat naik 3,5% ke level Rp865 per saham.

Karena ini artikel korporasi bernuansa positif seputar partisipasi COIN di Coinfest Asia dan visi stablecoin-nya, penutup yang pas merangkum posisi COIN sebagai emiten kripto pertama di BEI sekaligus mengunci benang merah edukasi dan tata kelola, tanpa menambah fakta baru. Satu paragraf.

Lewat partisipasinya di Coinfest Asia 2026, COIN berupaya menegaskan posisinya sebagai emiten crypto investment holding pertama di BEI yang tak sekadar mengejar pertumbuhan bisnis, tetapi juga menempatkan edukasi, tata kelola, dan perlindungan konsumen sebagai fondasi. Konsistensi menerjemahkan komitmen tersebut ke dalam inovasi produk dan penguatan ekosistem akan menjadi ujian sejauh mana perseroan mampu mengambil peran dalam membangun industri aset keuangan digital nasional yang berkelanjutan.

Iklan