Emitenhub.com - Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo) menggenggam 10,86% saham Bakrie Telecom (BTEL). Kepemilikan itu diraih dengan menyerap 4,84 miliar saham produsen telepon seluler merek Esia tersebut pada harga Rp200 per lembar. Dengan skema harga itu, perusahaan penyedia infrastruktur telekomunikasi tersebut merogoh dana Rp969,35 miliar.
Transaksi Grup Djarum itu dilakukan berkenaan dengan penerimaan hasil konversi kepemilikan obligasi wajib konversi oleh anak usaha Bakrie Group tersebut. Menyusul penuntasan transaksi itu, Protelindo resmi menjadi salah satu pemegang saham BTEL.
Per akhir Juli 2026, pemegang saham BTEL antara lain Raiffeisen Bank 5,77%, Bakrie Global 6,89%, Huawei Tech 16,13%, Bioful 8,21%, Mahinda Agung 13,05%, pemegang saham warkat kurang dari 5% sebesar 49,65%, serta saham treasuri 0,3%.
Jumlah saham free float tercatat 19,03 miliar eksemplar atau setara 49,65%. Adapun jumlah pemegang saham nasabah pemilik SID sebanyak 99,2 pihak, dari sebelumnya nihil pada bulan sebelumnya. Pemilik manfaat akhir BTEL adalah Anindya Novyan Bakrie.


