COIN Tahan Laba, Rombak Komisaris dan Fokus Perkuat Bisnis Kripto 2026
COIN memutuskan menahan seluruh laba tahun buku 2025 untuk memperkuat permodalan dan likuiditas perusahaan. Dalam RUPST, Perseroan juga merombak jajaran komisaris serta menegaskan fokus pada penguatan fundamental bisnis kripto dan tata kelola perusahaan.
RUPST COIN menyetujui laba ditahan dan perubahan susunan komisaris perusahaan kripto (Foto:COIN)
Emitenhub.com - PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 dengan seluruh agenda rapat memperoleh persetujuan dari para pemegang saham.
Melalui keputusan yang dihasilkan dalam RUPST tersebut, manajemen menegaskan fokus Perseroan pada penguatan fundamental bisnis, peningkatan tata kelola perusahaan, serta menjaga pertumbuhan usaha yang berkelanjutan dalam jangka panjang.
Sebagai perusahaan induk ekosistem perdagangan aset kripto pertama yang tercatat di Bursa Efek Indonesia, COIN menegaskan komitmennya untuk membangun bisnis yang kokoh dan berkelanjutan di tengah perkembangan industri yang terus berubah.
Perseroan juga menyatakan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian, penguatan sistem pengawasan, serta implementasi Good Corporate Governance (GCG) sebagai fondasi utama dalam menjaga stabilitas dan kinerja usaha di tengah dinamika pasar sepanjang 2026.
Salah satu keputusan penting dalam RUPST adalah penggunaan laba bersih tahun buku 2025 sebagai laba ditahan dan cadangan umum. Kebijakan tersebut diambil untuk memperkuat struktur permodalan serta menjaga ketahanan Perseroan dalam menghadapi dinamika industri aset digital.
Direktur Utama PT Indokripto Koin Semesta Tbk, Ade Wahyu, mengatakan keputusan tersebut merupakan langkah yang diambil secara hati-hati untuk menjaga kesehatan keuangan perusahaan. Dana yang tersedia akan difokuskan untuk memperkuat likuiditas serta mendukung pengembangan infrastruktur dua entitas anak usaha, yakni PT Central Finansial X dan PT Kustodian Koin Indonesia.
“Keputusan penggunaan laba tahun buku 2025 sebagai laba ditahan diambil dengan penuh kehati-hatian. Kami memandang kas ini sebagai bekal penting untuk menjaga likuiditas, memperkuat infrastruktur anak usaha kami, dan memastikan Perseroan tetap tangguh menghadapi dinamika pasar. Kami memilih memprioritaskan fundamental bisnis jangka panjang demi penciptaan nilai yang berkelanjutan bagi seluruh pemegang saham,” ujar Ade.
Selain menyetujui penggunaan laba ditahan, pemegang saham juga menyetujui perubahan susunan Dewan Komisaris Perseroan. Dalam rapat tersebut, Silvano Winston Rumantir mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Komisaris dan digantikan oleh Aaron Ang Nio.
Menurut Direktur Utama COIN, Ade Wahyu, perubahan tersebut diharapkan dapat memperkuat fungsi pengawasan dan tata kelola perusahaan sekaligus mendukung pertumbuhan bisnis ke depan.
“Kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas dedikasi dan kontribusi Bapak Silvano Winston Rumantir selama menjalankan tugasnya. Pada saat yang sama, kami menyambut bergabungnya Bapak Aaron Ang Nio ke dalam jajaran Dewan Komisaris. Kami optimistis pengalaman dan perspektif yang beliau miliki akan semakin memperkuat fungsi pengawasan serta penerapan tata kelola perusahaan yang baik,” ujar Ade.
Selain agenda tersebut, RUPST Tahun Buku 2025 juga menyetujui Laporan Tahunan Perseroan, mengesahkan Laporan Keuangan Konsolidasian Tahun Buku 2025, menyetujui Laporan Tugas Pengawasan Dewan Komisaris, serta menerima laporan realisasi penggunaan dana hasil penawaran umum hingga posisi 31 Desember 2025.
Manajemen menilai seluruh keputusan yang dihasilkan dalam RUPST mencerminkan komitmen Perseroan untuk terus memperkuat fundamental bisnis, menjaga disiplin tata kelola, serta meningkatkan daya tahan usaha di tengah persaingan industri aset kripto yang semakin dinamis.
Dengan keputusan tersebut, susunan Dewan Komisaris dan Direksi PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN) menjadi sebagai berikut:
Dewan Komisaris
John A. Prasetio — Komisaris Utama dan Komisaris Independen
Aaron Ang Nio — Komisaris
Direksi
Ade Wahyu — Direktur Utama
Adri P. Martowardojo — Direktur
Abraham Ardian Nawawi — Direktur
Perseroan menegaskan penguatan tata kelola, pengawasan, dan kapasitas operasional akan tetap menjadi fokus utama untuk mendukung pertumbuhan jangka panjang di tengah perkembangan industri aset digital yang semakin kompetitif.


