Emitenhub.com - PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) menyampaikan telah melakukan aksi divestasi dengan menjual 99,99% saham PT Abhimata Citra Abadi (ACA) kepada Yuslinda Nasution.
Transaksi tersebut dilakukan pada 20 Agustus 2026 dan membuat pengendalian langsung atas ACA beralih kepada pemilik baru.
Manajemen EMTK dalam keterangannya pada Senin (24/8) mengungkapkan transaksi itu dituangkan dalam Akta Jual Beli Saham Nomor 61 tertanggal 20 Agustus 2026 yang dibuat di hadapan Stephanie Wilamarta, S.H., Notaris di Jakarta.
Dalam transaksi tersebut, EMTK menjual, mengalihkan, dan menyerahkan sebanyak 100.090 saham ACA dengan nilai nominal Rp10,009 miliar kepada Yuslinda Nasution. Jumlah saham itu mewakili 99,99% dari seluruh modal ditempatkan dan disetor ACA.
Dengan efektifnya transaksi, pengendalian langsung atas ACA resmi berpindah dari EMTK kepada Yuslinda Nasution. Konsekuensinya, ACA tak lagi menjadi entitas yang dikendalikan oleh EMTK.
Manajemen EMTK menjelaskan penjualan saham tersebut merupakan bagian dari strategi perseroan untuk mengoptimalkan struktur investasi dan pengelolaan portofolio usaha.
"Penjualan Saham tidak menimbulkan dampak material yang merugikan terhadap kegiatan operasional, kondisi hukum, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha Perseroan," tulis manajemen EMTK.
Seusai transaksi rampung, laporan keuangan ACA juga tak lagi dikonsolidasikan ke dalam laporan keuangan EMTK karena perseroan tidak lagi memiliki kendali atas entitas tersebut.
"Penjualan saham tersebut telah dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku," papar manajemen.
Sebagai informasi, PT Abhimata Citra Abadi (ACA) bergerak di bidang telecommunication, infrastructure, wireless, networking systems, IoT, power system, rectifier, backup power, serta battery.
Karena ini artikel divestasi, penutup yang pas mengunci makna transaksi bagi EMTK, yakni langkah merampingkan portofolio, tanpa menambah fakta baru. Satu paragraf.
Divestasi ACA menjadi penanda langkah EMTK dalam merapikan portofolio usahanya dengan melepas entitas yang dinilai tak lagi selaras dengan fokus investasi perseroan. Ke depan, konsistensi EMTK dalam menyeleksi dan mengelola portofolio bakal menjadi faktor yang dicermati pasar untuk menilai arah strategi jangka panjang grup.


