Saham

Bank Swasta Terbesar Kedua RI, Laba CIMB Niaga (BNGA) Justru Tergerus di Semester I-2026

PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) membukukan laba bersih konsolidasian Rp3,44 triliun pada semester I-2026, melemah tipis 0,5% secara tahunan meski kinerja fundamentalnya stabil. Total kredit dan pembiayaan tumbuh 6,6% menjadi Rp247,2 triliun serta total aset menembus Rp382,0 triliun, mengukuhkan posisinya sebagai bank swasta nasional terbesar kedua di Indonesia.

3 menit membaca
R
Oleh Rio Henanto
Ilustrasi kinerja Bank CIMB Niaga dengan laba bersih melemah tipis meski kredit dan total aset tumbuh pada semester I-2026

Ilustrasi kinerja Bank CIMB Niaga dengan laba bersih melemah tipis meski kredit dan total aset tumbuh pada semester I-2026 (Foto:BNGA)

Emitenhub.com - PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) mencatatkan kinerja yang stabil sepanjang enam bulan pertama tahun ini. Perseroan membukukan laba bersih konsolidasian Rp3,44 triliun pada semester I-2026, melemah tipis 0,5% dibandingkan periode sama tahun sebelumnya Rp3,45 triliun.

Presiden Direktur & CEO PT Bank CIMB Niaga Tbk Lani Darmawan menyampaikan total kredit dan pembiayaan tumbuh 6,6% secara tahunan menjadi Rp247,2 triliun. Adapun current account and savings account (CASA) meningkat 6,9% menjadi Rp193,1 triliun.

"Kami bersyukur dapat meraih kinerja yang stabil pada semester pertama 2026, didukung pertumbuhan pada kredit dan pembiayaan serta dana murah (CASA) yang berkelanjutan, serta implementasi strategi yang disiplin," ujar Lani dalam keterangan tertulis, dikutip Senin (17/8/2026).

Lani menjelaskan pendapatan operasional dan laba operasional sebelum pencadangan masing-masing tumbuh 6,8% dan 6,5%. Selain itu, peningkatan kontribusi pendapatan nonbunga turut mengimbangi penurunan pendapatan bunga bersih, sehingga menopang pertumbuhan pendapatan secara keseluruhan.

Di sisi lain, kualitas aset tetap terjaga baik, tercermin dari perbaikan gross non performing loan (NPL) menjadi 1,83%. Pada periode yang sama, CIMB Niaga juga secara prudent memperkuat pencadangan untuk perusahaan multifinance sesuai ketentuan regulator yang berlaku.

"Secara keseluruhan, hasil ini mencerminkan ketahanan fundamental bisnis kami, sekaligus komitmen untuk terus membangun bisnis yang lebih kuat dan berkelanjutan dalam jangka panjang," katanya.

Berbekal fondasi tersebut, CIMB Niaga akan terus menjalankan strategi Forward30 secara disiplin dengan fokus pada sejumlah area pertumbuhan utama. Perseroan bakal mendorong pertumbuhan kredit berkualitas, memperkuat penghimpunan dana murah (CASA), mendiversifikasi sumber pendapatan, serta mempererat hubungan dengan nasabah lewat layanan wealth management, transaction banking, dan ekosistem digital.

"Sejalan dengan purpose (tujuan) kami, yaitu Advancing Customers & Society, kami berkomitmen untuk terus tumbuh secara bertanggung jawab sekaligus menciptakan nilai yang bermakna dan berkelanjutan bagi nasabah, pemegang saham, dan masyarakat," tuturnya. Sebagai penutup, CIMB Niaga menjaga posisi permodalan dan likuiditas yang solid dengan capital adequacy ratio (CAR) dan loan to deposit ratio (LDR) masing-masing 23,5% dan 90,4%.

Total aset konsolidasian tercatat Rp382,0 triliun atau tumbuh 6,7% per 30 Juni 2026. Capaian ini semakin mengukuhkan posisi CIMB Niaga sebagai bank swasta nasional terbesar kedua di Indonesia. Total dana pihak ketiga (DPK) turut meningkat menjadi Rp269,3 triliun atau naik 2,8%, dengan rasio CASA terkerek ke 71,7%.

"Pencapaian ini mencerminkan keberhasilan CIMB Niaga dalam mempererat hubungan dengan nasabah serta meningkatkan pengalaman dengan ekosistem perbankan digital bank," katanya.

Sepanjang semester I-2026, jumlah kredit dan pembiayaan naik 6,6%, ditopang kinerja apik sejumlah segmen utama. Perbankan Korporasi mencatatkan pertumbuhan tertinggi sebesar 13,8%, sementara perbankan komersial (4,6%), Usaha Kecil Menengah/UKM (2,9%), dan perbankan konsumer (0,1%) tumbuh stabil. Kenaikan kredit ritel terutama disumbang pertumbuhan Kredit Pemilikan Mobil (KPM) yang meningkat 4,7%. Di segmen syariah, Unit Usaha Syariah (UUS) CIMB Niaga atau CIMB Niaga Syariah mempertahankan posisi sebagai UUS terbesar di Indonesia, dengan total pembiayaan Rp54,0 triliun dan DPK Rp50,9 triliun per 30 Juni 2026. Pembiayaannya disokong momentum pertumbuhan berkelanjutan di segmen ritel, sementara struktur pendanaan diperkuat lewat perluasan jaringan komunitas dan peningkatan kontribusi dana murah.

Iklan