Saham

IPO ANDA 2026: Harga Rp158–189, Incar Dana Rp316,76 Miliar

Ringkasan Cepat

PT Andalan Artha Primanusa Tbk (ANDA) bersiap menggelar IPO dengan menawarkan maksimal 1,676 miliar saham atau 25,10 persen dari modal setelah penawaran. Saham ANDA ditawarkan pada kisaran Rp158–Rp189 dengan potensi dana mencapai Rp316,76 miliar. Masa bookbuilding berlangsung 5–17 November 2026, sementara pencatatan di BEI dijadwalkan pada 1 Desember 2026.

• 6 menit membaca
R
Oleh Rio Henanto
IPO PT Andalan Artha Primanusa Tbk (ANDA) dengan harga penawaran Rp158–Rp189 per saham, target dana Rp316,76 miliar, dan Henan Putihrai Sekuritas sebagai underwriter.

IPO PT Andalan Artha Primanusa Tbk (ANDA) dengan harga penawaran Rp158–Rp189 per saham, target dana Rp316,76 miliar, dan Henan Putihrai Sekuritas sebagai underwriter.

Emitenhub.com - PT Andalan Artha Primanusa Tbk (ANDA), perusahaan yang bergerak di bidang jasa penunjang pertambangan, bersiap melaksanakan penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI). Perseroan menawarkan sebanyak-banyaknya 1,676 miliar saham baru dengan kisaran harga penawaran awal Rp158 hingga Rp189 per saham.

Berdasarkan prospektus awal yang diterbitkan Kamis (5/11/2026), jumlah saham yang ditawarkan setara dengan 25,10 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO. Dengan harga tertinggi dalam rentang penawaran tersebut, ANDA berpotensi menghimpun dana maksimal Rp316,76 miliar.

Saham yang ditawarkan memiliki nilai nominal Rp10 per saham dan seluruhnya merupakan saham baru yang dikeluarkan dari portepel perseroan.

Masa penawaran awal atau bookbuilding berlangsung pada 5–17 November 2026. Perseroan menargetkan memperoleh pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 23 November 2026, dilanjutkan masa penawaran umum pada 24–27 November 2026.

Saham ANDA dijadwalkan mulai dicatatkan di BEI pada 1 Desember 2026, dengan PT Henan Putihrai Sekuritas bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek.

Perseroan berencana mencatatkan sahamnya di Papan Pengembangan BEI. Namun, jadwal dan ketentuan penawaran masih bersifat indikatif karena pernyataan pendaftaran IPO belum memperoleh pernyataan efektif dari OJK pada saat prospektus diterbitkan.

Rekam Jejak Henan Putihrai Sekuritas sebagai Underwriter IPO

PT Henan Putihrai Sekuritas (HP), yang ditunjuk sebagai penjamin pelaksana emisi IPO ANDA, memiliki rekam jejak menangani sejumlah penawaran umum perdana saham di Bursa Efek Indonesia.

Berdasarkan data History Underwriter EmitenHub, Henan Putihrai Sekuritas tercatat telah menangani tujuh IPO, termasuk PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA), PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU), PT Daaz Bara Lestari Tbk (DAAZ), dan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN).

Secara historis, rata-rata perubahan harga saham pada hari pertama perdagangan dari tujuh IPO tersebut mencapai positif 23,57 persen. Seluruh saham dalam sampel mencatat kenaikan pada hari pertama, dengan rentang penguatan antara 10 persen hingga 35 persen.

Sementara itu, rata-rata performa pada minggu pertama perdagangan tercatat positif 164,71 persen dan rata-rata satu bulan setelah IPO mencapai positif 315,14 persen.

Berikut riwayat IPO yang ditangani Henan Putihrai Sekuritas berdasarkan data EmitenHub:

Kode Saham

Nama Emiten

Tanggal IPO

Harga IPO

Performa

Periode

CDIA

Chandra Daya Investasi

9 Jul 2025

Rp190

+732%

1 bulan

RATU

Raharja Energi Cepu

8 Jan 2025

Rp1.150

+557%

1 bulan

DAAZ

Daaz Bara Lestari

11 Nov 2024

Rp880

+370%

180 hari

CUAN

Petrindo Jaya Kreasi

8 Mar 2023

Rp220

+3.014%

1 tahun

NICL

PAM Mineral

9 Jul 2021

Rp100

-15%

1 tahun

MGLV

Panca Anugrah Wisesa

8 Jun 2021

Rp135

+44%

1 tahun

LFLO

Imago Mulia Persada

7 Apr 2021

Rp100

+3%

1 tahun

Catatan: Performa merupakan perubahan harga saham dalam periode pengamatan yang tercantum pada masing-masing emiten. Perbedaan periode membuat angka tersebut tidak dapat dibandingkan secara langsung.

Dalam data tersebut, CUAN mencatat kenaikan terbesar, yakni 3.014 persen dalam satu tahun setelah IPO. Sebaliknya, NICL mencatat penurunan 15 persen dalam periode satu tahun.

Perbedaan kinerja tersebut menunjukkan bahwa rekam jejak penjamin emisi tidak dapat dijadikan jaminan terhadap pergerakan harga saham ANDA setelah pencatatan perdana.

Rincian lebih lanjut mengenai riwayat penjaminan emisi dan performa saham dapat dilihat melalui halaman History IPO PT Henan Putihrai Sekuritas di EmitenHub.

Sebanyak 35% Dana IPO ANDA untuk Bayar Utang

Manajemen ANDA berencana mengalokasikan sekitar 35 persen dana bersih hasil IPO untuk pembayaran utang perseroan, dengan nilai yang diperkirakan mencapai Rp107,01 miliar.

Dari jumlah tersebut, sekitar Rp65,01 miliar atau 21,26 persen dana bersih IPO akan digunakan untuk melunasi lebih awal seluruh sisa pokok pinjaman kepada PT Radana Bhaskara Finance Tbk.

Sementara itu, sekitar Rp42 miliar atau 13,74 persen dialokasikan untuk pembayaran sebagian pokok pinjaman kepada PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

Adapun sisa dana bersih IPO sebesar 65 persen akan digunakan untuk memperkuat modal kerja operasional perusahaan.

Alokasi tersebut mencakup pembelian bahan bakar armada dan alat berat, pengadaan suku cadang, pelumas, serta ban kendaraan operasional. Dana juga akan dimanfaatkan untuk membiayai upah, tunjangan, dan fasilitas tenaga kerja di lapangan.

Secara lebih terperinci, sekitar 20,14 persen dana bersih IPO dialokasikan untuk kebutuhan bahan bakar, 30,98 persen untuk pembiayaan tenaga kerja operasional, dan 13,88 persen untuk pemeliharaan serta perbaikan alat berat.

Pendanaan ini ditujukan untuk mendukung pelaksanaan kontrak yang telah berjalan maupun pengembangan kegiatan operasional di sejumlah lokasi pertambangan.

Selain saham baru, ANDA juga akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 239,429 juta Waran Seri I. Setiap tujuh saham baru hasil IPO memberikan hak atas satu waran.

Waran tersebut dapat digunakan untuk membeli satu saham baru dengan harga pelaksanaan Rp695 per saham selama periode 1 Juni 2027 hingga 1 Desember 2028.

Apabila seluruh waran dilaksanakan, perseroan berpotensi memperoleh tambahan dana maksimal Rp166,40 miliar yang seluruhnya direncanakan untuk kebutuhan modal kerja operasional.

Laba ANDA Melonjak 260,99% pada Semester I-2026

Dari sisi kinerja keuangan, ANDA membukukan laba bersih sebesar Rp11,77 miliar sepanjang semester pertama 2026, meningkat 260,99 persen dibandingkan Rp3,26 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Pertumbuhan laba tersebut terjadi ketika pendapatan perseroan justru mengalami penurunan.

Pendapatan neto ANDA tercatat sebesar Rp200,12 miliar, turun 8,69 persen dari Rp219,15 miliar pada semester pertama 2025.

Meski pendapatan melemah, laba bruto meningkat 19,99 persen menjadi Rp51,81 miliar dari sebelumnya Rp43,18 miliar. Margin laba bersih perseroan turut meningkat dari 1,49 persen menjadi 5,88 persen.

Hingga 30 Juni 2026, total aset ANDA tercatat sebesar Rp856,71 miliar, dengan liabilitas Rp620,43 miliar dan ekuitas Rp236,28 miliar.

Perseroan memiliki rasio lancar (current ratio) sebesar 0,70 kali serta rasio total liabilitas terhadap ekuitas sebesar 2,63 kali pada akhir Juni 2026.

Dalam prospektusnya, ANDA mengungkapkan belum memenuhi seluruh rasio keuangan yang dipersyaratkan dalam perjanjian kredit.

Perseroan telah memperoleh surat persetujuan pengecualian (waiver) atas ketentuan tertentu dari sejumlah kreditur, sementara sebagian rasio lainnya akan dievaluasi berdasarkan laporan keuangan akhir 2026.

Ketergantungan pada Pelanggan Utama Jadi Risiko IPO

ANDA menjalankan kegiatan usaha melalui dua segmen utama, yakni jasa kontrak pertambangan dan penyewaan alat berat.

Sepanjang semester pertama 2026, segmen jasa kontrak pertambangan menyumbang pendapatan Rp175,49 miliar atau 87,69 persen dari total pendapatan. Sementara itu, segmen penyewaan alat berat berkontribusi Rp24,63 miliar atau 12,31 persen.

Salah satu risiko utama yang diungkapkan dalam prospektus adalah ketergantungan terhadap pemberi kerja utama.

PT Budi Gema Gempita tercatat menyumbang sekitar 52 persen pendapatan ANDA pada semester pertama 2026, turun dibandingkan kontribusi sekitar 94 persen sepanjang 2025.

Penurunan konsentrasi tersebut berlangsung seiring bertambahnya pelanggan, termasuk PT Petrosea Tbk (PTRO) dan PT Satria Bahana Sarana.

Meski basis pelanggan mulai terdiversifikasi, perubahan volume pekerjaan, keterlambatan pembayaran, maupun penghentian kontrak dari pemberi kerja utama masih menjadi risiko yang dapat memengaruhi pendapatan serta arus kas perseroan.

Prospektus juga mengidentifikasi risiko likuiditas perdagangan saham setelah IPO.

Dengan rencana penawaran hingga Rp316,76 miliar, ANDA akan memanfaatkan pasar modal untuk memperkuat modal kerja sekaligus mengurangi sebagian kewajiban pembiayaan. Realisasi rencana tersebut tetap bergantung pada keberhasilan IPO dan pelaksanaan penggunaan dana sesuai prospektus.

Iklan