Saham

Produksi Emas Merdeka Gold (EMAS) Melonjak 69% pada Kuartal III-2026, Capai 26.331 Ons

Ringkasan Cepat

PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) mencatat kenaikan produksi emas sebesar 69 persen secara kuartalan menjadi 26.331 ons pada kuartal III-2026, didorong peningkatan kapasitas Tambang Emas Pani. Perseroan juga menekan biaya produksi dan melanjutkan pembangunan fasilitas CIL, dengan target kapasitas produksi gabungan mencapai 500.000 hingga 700.000 ons emas per tahun.

• 4 menit membaca
R
Oleh Rio Henanto
Aktivitas operasional Tambang Emas Pani milik Merdeka Gold Resources (EMAS) yang mencatat produksi 26.331 ons emas pada kuartal III-2026.

Aktivitas operasional Tambang Emas Pani milik Merdeka Gold Resources (EMAS) yang mencatat produksi 26.331 ons emas pada kuartal III-2026. (Foto:EMAS)

Emitenhub.com - PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) mencatat kenaikan produksi emas sebesar 69 persen secara kuartalan (quarter-on-quarter/qoq) menjadi 26.331 ons pada kuartal III-2026. Peningkatan tersebut sejalan dengan percepatan kapasitas produksi (ramp-up) fasilitas heap leach di Tambang Emas Pani, Kabupaten Pohuwato, Gorontalo.

Selain meningkatkan volume produksi, perseroan berhasil menekan biaya operasional per ons emas. Di saat yang sama, pengembangan fasilitas pengolahan Carbon-in-Leach (CIL) mulai memasuki tahap konstruksi sebagai bagian dari strategi ekspansi jangka panjang.

Sejak memulai produksi emas pada Februari 2026, Tambang Emas Pani terus meningkatkan skala operasionalnya. Pada September 2026, produksi emas mencapai 10.952 ons, tumbuh 12 persen dibandingkan Agustus.

Tren tersebut berlanjut hingga Oktober. Dalam dua minggu pertama bulan tersebut, EMAS menghasilkan 6.190 ons emas, setara dengan tingkat produksi tahunan (annualised) sekitar 149.000 ons apabila laju produksi itu dipertahankan.

Peningkatan kapasitas yang lebih besar pada periode akhir tahun turut mendasari proyeksi perseroan bahwa akumulasi produksi emas dari operasi heap leach sepanjang 2026 dan 2027 akan melampaui 250.000 ons.

Dari sisi efisiensi, biaya tunai (cash cost), di luar royalti dan kredit perak, turun 13 persen secara kuartalan menjadi USD778 per ons. Sementara itu, biaya pemeliharaan menyeluruh (all-in sustaining cost/AISC) menurun 12 persen menjadi USD1.281 per ons.

Meski biaya produksi per kuartal diperkirakan masih berfluktuasi selama proses peningkatan kapasitas, EMAS memproyeksikan biaya sepanjang 2026 tetap berada dalam rentang panduan yang telah ditetapkan.

Presiden Direktur Merdeka Gold Resources, Boyke P. Abidin, mengatakan peningkatan produksi dan efisiensi biaya mencerminkan semakin stabilnya operasional Tambang Emas Pani.

"Kuartal ketiga ini membuktikan stabilitas peningkatan kapasitas di Tambang Emas Pani, yang ditandai dengan angka produksi lebih tinggi, kinerja operasional yang lebih kuat, serta efisiensi biaya yang membaik," ujar Boyke.

Untuk 2027, perseroan memperkirakan produksi emas akan jauh melampaui proyeksi sebelumnya sebesar 150.000 ons, dengan tetap mempertimbangkan persetujuan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB).

EMAS juga mempertahankan target cash cost, di luar royalti dan kredit perak, pada kisaran USD900 hingga USD1.100 per ons. Adapun target AISC tetap berada pada rentang USD1.300 hingga USD1.450 per ons.

EMAS Targetkan Kapasitas Produksi CIL hingga 700.000 Ons per Tahun

Pengembangan fasilitas CIL menjadi salah satu agenda utama EMAS untuk meningkatkan kapasitas produksi Tambang Emas Pani dalam jangka panjang.

Pada CIL Tahap I, perseroan telah menyelesaikan desain rekayasa dasar (basic engineering) dan mempersiapkan seluruh peralatan utama yang membutuhkan waktu pengadaan panjang. Mobilisasi kontraktor konstruksi juga telah dimulai, disertai pekerjaan sipil di sejumlah area utama pabrik.

Fasilitas tersebut dirancang dengan kapasitas cadangan sekitar 20 persen, sehingga memungkinkan pengolahan bijih mencapai 14,4 juta ton per tahun. EMAS menargetkan tahap uji coba operasional (commissioning) pada 2028.

Perseroan juga sedang mematangkan rencana pembangunan CIL Tahap II dengan kapasitas setara Tahap I. Kedua fasilitas direncanakan memanfaatkan infrastruktur bersama untuk mendukung efisiensi operasional.

Apabila kedua fasilitas telah beroperasi, EMAS menargetkan kapasitas produksi emas gabungan dari operasi CIL sekitar 500.000 hingga 700.000 ons per tahun. Target tersebut melampaui estimasi produksi satu fasilitas CIL yang berada pada kisaran 250.000 hingga 350.000 ons per tahun.

Kapasitas produksi tersebut belum termasuk kontribusi dari operasi heap leach yang telah berjalan.

Boyke menyampaikan bahwa peralihan proyek CIL dari tahap rekayasa menuju konstruksi merupakan langkah penting bagi fase pertumbuhan Tambang Emas Pani berikutnya.

Perseroan akan memprioritaskan peningkatan kapasitas produksi secara bertanggung jawab, menjaga keandalan operasional, serta memastikan pelaksanaan proyek CIL berjalan sesuai rencana.

Siapkan USD11,4 Juta untuk Eksplorasi pada 2027

Selain mengembangkan fasilitas pengolahan, EMAS melanjutkan kegiatan eksplorasi untuk memperbesar potensi sumber daya emas di kawasan Tambang Emas Pani.

Hasil pengeboran mengonfirmasi perpanjangan mineralisasi emas di bawah batas sumber daya yang telah teridentifikasi pada area Pani Deeps. Tambahan mineralisasi juga ditemukan di area Pani Gap dan Kolokoa Tahap 2.

Berdasarkan hasil tersebut, perseroan menyetujui anggaran eksplorasi sebesar USD11,4 juta untuk 2027, yang mencakup program pengeboran sepanjang 50.000 meter.

Program tersebut ditujukan untuk memperluas basis sumber daya emas Pani sekaligus mengembangkan sejumlah target eksplorasi tambahan.

EMAS akan terus mengelola faktor eksternal dan risiko operasional selama periode ekspansi. Peningkatan kapasitas heap leach, eksplorasi lanjutan, serta pembangunan fasilitas CIL menjadi fokus perseroan untuk mendukung pertumbuhan produksi emas dalam jangka panjang.

Iklan