Emitenhub.com - PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (ANJT) menyalurkan fasilitas pinjaman hingga Rp2 triliun kepada afiliasinya, PT Adhitya Serayakorita (ASK). Nilainya tergolong Transaksi Material karena setara hampir separuh ekuitas emiten kelapa sawit tersebut.
Direktur sekaligus Sekretaris Perusahaan ANJT Hilman Lukito menjelaskan fasilitas itu berpijak pada Perjanjian Fasilitas Pinjaman Nomor 360/ANJ/LA/01.006/IX/2026. Perjanjian diteken pada 25 September 2026 dan dilaporkan lewat Keterbukaan Informasi BEI pada 29 September 2026.
"Fasilitas berupa pinjaman non-revolving dalam mata uang rupiah dengan nilai maksimum Rp2 triliun," ucap Hilman.
Mengacu laporan keuangan konsolidasian per 30 Juni 2026, ekuitas ANJT tercatat Rp4,26 triliun. Dengan begitu, nilai transaksi menyentuh 46,95 persen dari ekuitas, ambang yang menempatkannya sebagai Transaksi Material.
Pinjaman ini bertenor sampai 30 Juni 2031 dengan bunga 8,5 persen per tahun atas pokok terutang. Keterlambatan pembayaran dikenai bunga tambahan sebesar bunga perjanjian plus 2 persen per tahun. Fasilitas diberikan tanpa jaminan.
Keduanya berstatus pihak terafiliasi lantaran sama-sama dikendalikan First Resources Limited. Irisan kepengurusan turut memperkuat status itu, dengan Isen Henry Tjong yang duduk sebagai Direktur di ANJT sekaligus ASK.
Menurut perseroan, ASK membutuhkan dana untuk refinancing kewajiban serta menopang modal kerja dan operasional. Bagi ANJT, penyaluran pinjaman menjadi cara mengoptimalkan dana menganggur sambil menjaga kebutuhan operasional, kewajiban, rencana investasi, dan likuiditasnya, sekaligus membuka peluang tambahan pendapatan bunga.


