Saham

Laba Elnusa (ELSA) Naik 29,2% Jadi Rp435 Miliar, Kontrak Kelolaan Tembus Rp18,8 Triliun

Ringkasan Cepat

PT Elnusa Tbk (ELSA) membukukan laba bersih Rp435 miliar pada semester I/2026, tumbuh 29,2% dan melampaui pertumbuhan pendapatan yang mencapai Rp7,58 triliun, sehingga mengerek net profit margin ke 5,73%. Perseroan mengantongi carry forward contracts Rp18,8 triliun, posisi kas Rp2,88 triliun, dan peringkat idAA+ dari PEFINDO, sembari memperluas pasar non-captive yang menyumbang 22% pendapatan serta memperkuat teknologi dan infrastruktur energi.

3 menit membaca
R
Oleh Rio Henanto
Ilustrasi pertumbuhan laba dan kontrak kelolaan Elnusa pada semester I/2026 yang ditopang kualitas pertumbuhan dan profitabilitas

Ilustrasi pertumbuhan laba dan kontrak kelolaan Elnusa pada semester I/2026 yang ditopang kualitas pertumbuhan dan profitabilitas (Foto:ELSA)

Emitenhub.com - PT Elnusa Tbk (ELSA) membukukan kinerja positif pada semester I/2026. Laba bersih perseroan mencapai Rp435 miliar, tumbuh 29,2% dibandingkan periode sama tahun sebelumnya.

Pertumbuhan laba tersebut lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pendapatan. Kondisi ini mendorong Net Profit Margin (NPM) Elnusa menjadi 5,73%.

Dalam Public Expose 2026 pada 7 September 2026, Elnusa memaparkan strategi untuk menjaga pertumbuhan bisnis pada semester II/2026. Strategi tersebut mencakup operational excellence, cost leadership, penguatan teknologi dan inovasi, serta optimalisasi sinergi dan solusi terintegrasi.

Pada semester I/2026, Elnusa mencatat pendapatan usaha Rp7,58 triliun. Pendapatan ini tumbuh 8,9% secara tahunan.

EBITDA perseroan mencapai Rp862 miliar atau meningkat 16,2%. Sementara itu, arus kas dari aktivitas operasi mencapai Rp761 miliar atau naik 16%.

Elnusa juga memiliki posisi kas sebesar Rp2,88 triliun. Perseroan mempertahankan peringkat korporasi idAA+ dari PEFINDO.

Direktur Keuangan PT Elnusa Tbk Nelwin Aldriansyah menyampaikan kinerja tersebut mencerminkan fokus perseroan untuk tidak sekadar mengejar pertumbuhan pendapatan, tetapi juga meningkatkan kualitas pertumbuhan dan profitabilitas.

"Elnusa terus memperkuat posisi sebagai strategic enabler dan efficiency partner melalui kapabilitas yang terintegrasi dari hulu hingga distribusi dan logistik energi beserta ekosistem pendukungnya. Dengan operational excellence sebagai fondasi, kami terus meningkatkan produktivitas aset, memperkuat teknologi dan inovasi, serta mengoptimalkan sinergi untuk menghadirkan solusi yang semakin efisien dan kompetitif. Langkah ini menjadi bagian dari kontribusi Elnusa dalam mendukung kemandirian sekaligus ketahanan energi nasional," ujar Nelwin.

Dari sisi kontrak, Elnusa memiliki carry forward contracts sebesar Rp18,8 triliun hingga akhir semester I/2026. Portofolio tersebut terdiri atas Rp9,5 triliun dari Jasa Hulu Migas Terintegrasi, Rp2,3 triliun dari Jasa Penunjang Migas, serta Rp7 triliun dari Penjualan Barang dan Jasa Distribusi & Logistik Energi.

Portofolio kontrak tersebut memberikan visibilitas terhadap aktivitas bisnis Elnusa ke depan, dengan realisasi pendapatan tetap mengikuti jadwal, ruang lingkup, dan pelaksanaan masing-masing kontrak. Elnusa juga terus memperluas pasar di luar ekosistem Pertamina Group, dengan 22% pendapatan semester I/2026 berasal dari pelanggan pihak ketiga.

Perseroan mengembangkan sejumlah kapabilitas berbasis teknologi dan inovasi, di antaranya teknologi akuisisi seismik Stryde, Chemical Enhanced Oil Recovery (CEOR), layanan geospasial Pertapixel, serta Road Traffic Control (RTC).

Pengembangan tersebut diarahkan untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas, sekaligus dijadikan Elnusa sebagai peluang bisnis dan sumber pertumbuhan baru.

Elnusa memiliki kemampuan mengintegrasikan layanan di sepanjang rantai nilai energi. Portofolionya meliputi geoscience & reservoir services, drilling & workover, well intervention, EPC & operation maintenance, distribusi dan logistik energi, chemical services, marine support, fabrikasi, hingga data management dan ICT.

Cakupan bisnis tersebut memungkinkan Elnusa melakukan cross-bundling, sehingga perseroan dapat menawarkan solusi yang lebih komprehensif dan efisien kepada pelanggan.

Pengembangan infrastruktur juga terus dilakukan, beberapa di antaranya melalui proyek Fuel Terminal Palaran berkapasitas 37.500 kiloliter dan Terminal LPG Kolaka berkapasitas 2 x 1.500 MT.

Dari sisi investasi, Elnusa menerapkan pendekatan yang selektif. Investasi diarahkan pada peningkatan kapabilitas upstream, Coiled Tubing Unit, Cementing Unit, armada distribusi, infrastruktur TLPG Kolaka, serta investasi untuk menjaga kapasitas dan produktivitas aset. Langkah ini ditempuh untuk memperkuat daya saing sekaligus mendukung pertumbuhan jangka panjang.

Di tengah transformasi industri energi, Elnusa tetap menempatkan HSSE dan tata kelola sebagai fondasi bisnis. Perseroan mencatat Total Recordable Injury Rate (TRIR) sebesar 0,09, masih berada di bawah TRIR IOGP Contractors yang rata-ratanya 0,80. Elnusa juga mencatat skor ASEAN Corporate Governance Scorecard (ACGS) sebesar 96,66 dengan predikat "Very Good".

Sebagai perusahaan terbuka dengan kepemilikan publik sebesar 48,9%, Elnusa menyatakan komitmennya untuk menjalankan pengembangan bisnis secara prudent, transparan, dan berorientasi pada keberlanjutan serta kepentingan seluruh pemegang saham.

Iklan