WTI

Ilustrasi penurunan harga minyak dunia ke level terendah sepekan di tengah harapan diplomasi AS-Iran dan pemulihan ekspor Arab Saudi
International

3 minggu yang lalu

Harga Minyak Turun ke Level Terendah Sepekan, Harapan Diplomasi AS-Iran Jadi Pemicu

Harga minyak turun ke level terendah dalam lebih dari sepekan pada Senin (21/9/2026), dengan Brent di USD101,71 dan WTI di USD98,15 per barel, didorong harapan jalur diplomasi AS-Iran menjelang Sidang Umum PBB. Tekanan turun juga datang dari pemulihan ekspor minyak Arab Saudi yang naik ke lebih dari 4 juta barel per hari pada September, setelah sebelumnya merosot ke level terendah sejak 2013 akibat serangan Houthi terhadap pipa Timur-Barat.

TR

Tim Redaksi Emitenhub

EmitenHub

Baca
Ilustrasi pergerakan harga komoditas global, minyak Brent yang diproyeksikan bertahan di atas US$100 per barel hingga kuartal II-2027, dan emas yang diperkirakan mencapai rata-rata US$5.140 per ons pada 2028.
International

1 bulan yang lalu

Harga Minyak Berpotensi Tembus US$110, Konflik Teluk Persia Jadi Pemicu

Harga minyak mentah dunia diperkirakan melanjutkan tren kenaikan hingga awal 2027, dengan Brent berisiko menembus US$110 per barel jika eskalasi konflik di Teluk Persia terus berlanjut, menurut analis Traderindo Wahyu Laksono. Batas bawah harga dinilai telah bergeser kokoh ke atas US$80 per barel seiring premi risiko perang US$10-US$15 per barel, sementara ketegangan terbaru berupa serangan AS di dekat Pulau Kharg dan peringatan IRGC turut mengerek Brent ke US$104,56 per barel pada Jumat (11/9/2

TR

Tim Redaksi Emitenhub

EmitenHub

Baca →
Ilustrasi fasilitas produksi gas laut dalam di Kalimantan Timur terkait akuisisi hak partisipasi tujuh blok migas Eni oleh PHE dan MedcoEnergi (MEDC).
Saham

1 bulan yang lalu

MEDC Bersiap Panen Cuan, Harga Minyak Memanas dan Produksi Melesat 19%

Peluang saham PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) untuk terus menguat kian terbuka seiring harga minyak dunia yang menyentuh level tertinggi enam pekan, dengan Brent di US$97,73 per barel akibat gangguan Selat Hormuz dan pasokan Rusia. Perseroan membukukan produksi migas 170,1 MBoepd pada semester I/2026 yang melesat 19% dan mencapai batas atas target, sehingga manajemen optimistis kinerja keuangan paruh pertama akan jauh lebih baik, ditopang bauran harga yang berfungsi sebagai natural hedg

TR

Tim Redaksi Emitenhub

EmitenHub

Baca →

Artikel WTI