Saham Tambang

Ilustrasi prospek emiten nikel hingga akhir 2026 di tengah normalisasi harga dengan INCO sebagai kandidat pemimpin kinerja
Saham

1 bulan yang lalu

Harga Nikel Kembali ke Titik Awal Tahun, INCO Dijagokan Pimpin Cuan hingga Akhir 2026

Prospek emiten nikel hingga akhir 2026 dinilai masih konstruktif meski kian selektif akibat normalisasi harga nikel yang kembali ke kisaran awal tahun di sekitar US$16.743 per ton. Analis menjagokan INCO sebagai kandidat terdepan pertumbuhan kinerja berkat lonjakan laba 313,41% pada semester I/2026, disusul ANTM dan NCKL yang ditopang diversifikasi dan eksposur hilirisasi, sementara keberlanjutan laba emiten kian bergantung pada efisiensi biaya, utilisasi smelter, dan volume penjualan.

TR

Tim Redaksi Emitenhub

EmitenHub

Baca
Ilustrasi lonjakan laba emiten batu bara pada semester I/2026 dengan CUAN mencetak pertumbuhan tertinggi
Saham

1 bulan yang lalu

Laba Emiten Batu Bara Panen Raya Semester I/2026, CUAN Meledak Hampir 1.000%

Sejumlah emiten batu bara mencetak lonjakan laba pada semester I/2026, dipimpin PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) milik Prajogo Pangestu dengan pertumbuhan hampir 1.000%, disusul PTBA, BUMI, dan INDY yang tumbuh tiga digit. Analis menilai momentum ini berpeluang berlanjut pada semester II/2026 ditopang harga batu bara yang masih tinggi dan ruang mengejar produksi, meski investor diperkirakan kian selektif memilih emiten berbiaya rendah dengan porsi ekspor besar di tengah tekanan DMO dan kenaika

TR

Tim Redaksi Emitenhub

EmitenHub

Baca →
Presiden Prabowo Subianto memaparkan rencana produksi bensin dari batu bara melalui teknologi coal to liquid
Market

1 bulan yang lalu

Harga Batu Bara Tembus Tertinggi 11 Pekan, Saham Emiten Dinilai Masih Kemurahan

Harga batu bara menguat hingga sekitar USD145 per ton pada awal September 2026, mencapai level tertinggi dalam 11 pekan, ditopang kuatnya permintaan energi global, konflik Timur Tengah, dan ketatnya pasokan. BRI Danareksa Sekuritas menilai sektor batu bara masih undervalued dengan PE 6,1 kali di tengah fundamental yang membaik, meski ruang kenaikan jangka pendek dibatasi normalisasi harga, tekanan DMO, dan kenaikan biaya solar.

TR

Tim Redaksi Emitenhub

EmitenHub

Baca →

Artikel Saham Tambang