Safe Haven

Ilustrasi pergerakan harga komoditas global, minyak Brent yang diproyeksikan bertahan di atas US$100 per barel hingga kuartal II-2027, dan emas yang diperkirakan mencapai rata-rata US$5.140 per ons pada 2028.
Market

1 hari yang lalu

Harga Komoditas Dunia Diprediksi Cetak Rekor, Minyak Brent US$100 dan Emas Menuju US$5.140

Oxford Economics memperkirakan harga komoditas global mencapai rekor tertinggi pada kuartal IV-2026, dengan indeks spot S&P GSCI diproyeksikan meningkat rata-rata 28% sepanjang tahun. Harga minyak Brent diperkirakan bertahan di atas US$100 per barel hingga kuartal II-2027 akibat gangguan pasokan energi dan risiko geopolitik Timur Tengah. Sementara itu, harga emas diproyeksikan meningkat dari rata-rata US$4.515 per ons pada 2026 menjadi US$5.140 pada 2028, didukung pembelian bank sentral.

TR

Tim Redaksi Emitenhub

EmitenHub

Baca
Ilustrasi proyeksi kenaikan harga emas dunia pekan depan disertai penguatan harga buyback emas Antam sepanjang tahun berjalan
Market

1 bulan yang lalu

Harga Emas Dunia Diproyeksi Tembus 4.655 Pekan Depan, Buyback Antam Melesat Rp240.000

Dupoin Futures memproyeksikan harga emas dunia melanjutkan tren bullish pada pekan depan dengan target resistance 4.594-4.655, meski pasar perlu mewaspadai koreksi menuju support 4.417 sebelum harga kembali mendaki. Sementara itu, harga buyback emas Antam pada Minggu (23/8/2026) menguat ke Rp2.600.000 per gram, naik Rp240.000 atau 10,17% sepanjang tahun berjalan meski masih di bawah rekor tertingginya.

TR

Tim Redaksi Emitenhub

EmitenHub

Baca →
Ilustrasi proyeksi kenaikan harga emas dunia pekan depan disertai penguatan harga buyback emas Antam sepanjang tahun berjalan
Saham

1 bulan yang lalu

Morgan Stanley Bongkar Rahasia Emas: Bull Market 25 Tahun dan Rotasi Komoditas Besar-besaran 2026

Morgan Stanley menilai emas sejatinya telah berada dalam tren bullish selama 25 tahun dan menjadi bagian dari rotasi komoditas besar-besaran pada 2026, di tengah melemahnya efektivitas portofolio klasik 60/40. Namun, bank investasi itu mengingatkan harga emas kini sangat sensitif terhadap arah kebijakan The Fed dan arus dana ETF, sehingga target bullish US$5.200 per ons masih bergantung pada peluang penurunan suku bunga.

TR

Tim Redaksi Emitenhub

EmitenHub

Baca →

Artikel Safe Haven