PKPU

Ilustrasi smelter nikel PT Gunbuster Nickel Industry (GNI) di Sulawesi yang dikabarkan menjadi target akuisisi 80% saham oleh CNGR Advanced Material, entitas induk utama PACK.
Saham

11 jam yang lalu

Induk PACK, CNGR, Dikabarkan Incar 80% Saham Smelter Nikel GNI, Transaksi Tunggu PKPU

CNGR Advanced Material, perusahaan asal China yang tercatat sebagai entitas induk utama PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk (PACK), dikabarkan tengah menjajaki akuisisi 80% saham PT Gunbuster Nickel Industry (GNI). Transaksi tersebut berpotensi dilakukan setelah proses restrukturisasi utang GNI melalui PKPU selesai, yang diperkirakan berlangsung pada awal 2027. Meski berkaitan dengan grup usaha PACK, belum terdapat konfirmasi bahwa emiten tersebut terlibat langsung dalam rencana akuisisi.

TR

Tim Redaksi Emitenhub

EmitenHub

Baca
Fasilitas smelter nikel RKEF di kawasan industri Morowali Sulawesi Tengah sebagai ilustrasi perkara PKPU
Market

1 minggu yang lalu

Smelter Nikel Metal Smeltindo Selaras Digugat PKPU, Sidang Perdana 8 Oktober

Perusahaan smelter nikel PT Metal Smeltindo Selaras (MSS) digugat penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU) oleh PT Mineral Maju Sejahtera, dengan sidang perdana dijadwalkan pada 8 Oktober 2026. MSS merupakan perusahaan patungan asal China yang mengoperasikan smelter RKEF di Morowali dengan target produksi 600.000 ton feronikel per tahun. Gugatan ini menambah deretan smelter nikel berafiliasi China yang tengah menjalani proses PKPU, termasuk GNI, Jiangsu Delong, dan MNI.

TR

Tim Redaksi Emitenhub

EmitenHub

Baca →
Ilustrasi Protelindo menegaskan perolehan saham Bakrie Telecom sebagai hasil konversi obligasi wajib konversi
Saham

1 bulan yang lalu

Protelindo Buka Suara soal 10,86% Saham Bakrie Telecom, Tegaskan Hasil Konversi Obligasi

Protelindo menegaskan perolehan 10,86% saham Bakrie Telecom (BTEL) merupakan pelaksanaan konversi obligasi wajib konversi berdasarkan perjanjian perdamaian PKPU 2014, bukan repurchase agreement. Perseroan menyatakan kepemilikan tersebut tidak bersifat material dan tetap fokus pada bisnis utamanya, setelah sebelumnya menyerap 4,84 miliar saham senilai Rp969,35 miliar.

TR

Tim Redaksi Emitenhub

EmitenHub

Baca →

Artikel PKPU