Saham

Induk PACK, CNGR, Dikabarkan Incar 80% Saham Smelter Nikel GNI, Transaksi Tunggu PKPU

Ringkasan Cepat

CNGR Advanced Material, perusahaan asal China yang tercatat sebagai entitas induk utama PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk (PACK), dikabarkan tengah menjajaki akuisisi 80% saham PT Gunbuster Nickel Industry (GNI). Transaksi tersebut berpotensi dilakukan setelah proses restrukturisasi utang GNI melalui PKPU selesai, yang diperkirakan berlangsung pada awal 2027. Meski berkaitan dengan grup usaha PACK, belum terdapat konfirmasi bahwa emiten tersebut terlibat langsung dalam rencana akuisisi.

• 3 menit membaca
R
Oleh Rio Henanto
Ilustrasi smelter nikel PT Gunbuster Nickel Industry (GNI) di Sulawesi yang dikabarkan menjadi target akuisisi 80% saham oleh CNGR Advanced Material, entitas induk utama PACK.

Ilustrasi smelter nikel PT Gunbuster Nickel Industry (GNI) di Sulawesi yang dikabarkan menjadi target akuisisi 80% saham oleh CNGR Advanced Material, entitas induk utama PACK.

Emitenhub.com - Produsen material baterai asal China, CNGR Advanced Material Co., dikabarkan tengah bernegosiasi untuk mengakuisisi 80% saham PT Gunbuster Nickel Industry (GNI), perusahaan pengolahan nikel yang mengoperasikan smelter di Sulawesi. Potensi transaksi tersebut turut menjadi perhatian bagi investor PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk (PACK), yang memiliki hubungan kepemilikan dengan CNGR.

Mengutip laporan Bloomberg, Rabu (14/10/2026), pembicaraan akuisisi masih berlangsung dan belum menghasilkan kesepakatan final.

Rencana pengambilalihan tersebut diperkirakan baru dapat dilaksanakan setelah GNI menyelesaikan proses restrukturisasi utang melalui mekanisme Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU).

Proses tersebut diperkirakan berlangsung hingga awal 2027. Namun, waktu penyelesaian maupun realisasi transaksi masih bergantung pada perkembangan restrukturisasi dan negosiasi antarpihak.

GNI menjalani PKPU setelah pengadilan di Indonesia menetapkan penangguhan sementara kewajiban pembayaran utang pada Juni 2026.

Sebelumnya, perusahaan juga telah mengurangi produksi pada 2025 ketika industri pengolahan nikel menghadapi tekanan pasar.

CNGR Incar Smelter Nikel Berkapasitas 1,8 Juta Ton

GNI mengoperasikan fasilitas pengolahan nikel di Sulawesi yang diresmikan pada 2021 oleh Presiden Joko Widodo.

Smelter tersebut memiliki kapasitas produksi sekitar 1,8 juta ton nickel pig iron (NPI) per tahun, menjadikannya salah satu fasilitas pengolahan nikel independen berkapasitas besar di Indonesia.

Apabila akuisisi 80% saham GNI terealisasi, CNGR berpotensi memperluas penguasaan kapasitas pengolahan nikel di Indonesia.

Perusahaan asal China tersebut sebelumnya telah memiliki kepemilikan pengendali pada sejumlah fasilitas smelter, termasuk PT Nadesico Nickel Industry yang berlokasi di kawasan berdekatan dengan GNI.

Penambahan aset GNI berpotensi meningkatkan skala operasional CNGR sekaligus memperkuat posisinya dalam industri pengolahan nikel Indonesia.

Ekspansi tersebut juga dapat memperbesar persaingan dengan Tsingshan Holding Group, perusahaan asal China yang telah memiliki kegiatan usaha pengolahan nikel berskala besar di Indonesia.

Meski demikian, rencana akuisisi berlangsung ketika industri nikel menghadapi sejumlah tantangan, termasuk pembatasan kuota pertambangan dan kondisi permintaan yang belum sepenuhnya pulih.

Tekanan tersebut turut memengaruhi tingkat utilisasi fasilitas pengolahan. Sejumlah smelter bahkan dilaporkan menghentikan operasionalnya di tengah perubahan kondisi pasar.

Menanggapi kabar akuisisi GNI, CNGR menyampaikan kepada Bloomberg bahwa perusahaan secara rutin mengevaluasi berbagai peluang strategis dalam menjalankan kegiatan bisnis.

Namun, manajemen tidak memberikan konfirmasi khusus mengenai rencana pengambilalihan GNI karena perusahaan tambang tersebut masih menjalani proses PKPU.

Dengan demikian, informasi mengenai akuisisi 80% saham GNI masih merupakan laporan penjajakan transaksi, bukan pengumuman kesepakatan yang telah diselesaikan.

Apa Hubungan Akuisisi GNI dengan Saham PACK?

Potensi ekspansi CNGR di Indonesia juga berkaitan dengan struktur kepemilikan PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk (PACK).

Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian 2025, CNGR Advanced Material tercatat sebagai entitas induk utama PACK.

Hubungan kepemilikan tersebut berlangsung melalui PT Eco Energi Perkasa, yang merupakan pemegang saham pengendali PACK.

PACK sebelumnya menjalankan kegiatan usaha di industri kemasan sebelum melakukan transformasi menjadi perusahaan holding investasi dengan pengembangan portofolio yang mencakup sektor pertambangan dan perdagangan nikel.

Perubahan arah bisnis tersebut menempatkan PACK dalam kelompok usaha yang memiliki eksposur terhadap industri nikel melalui struktur kepemilikannya.

Karena itu, rencana CNGR memperluas kapasitas pengolahan nikel melalui kemungkinan akuisisi GNI menjadi salah satu perkembangan usaha grup yang relevan untuk dicermati investor PACK.

Namun, keterkaitan kepemilikan tidak berarti transaksi GNI secara otomatis akan dilakukan melalui PACK atau langsung menjadi aset perseroan.

Belum terdapat informasi dalam bahan yang tersedia mengenai keterlibatan langsung PACK dalam pembiayaan, pengambilalihan saham, maupun pengelolaan GNI.

Jika transaksi CNGR dan GNI mencapai kesepakatan, dampaknya terhadap PACK masih bergantung pada struktur transaksi serta hubungan bisnis yang nantinya terbentuk.

Untuk saat ini, rencana akuisisi tersebut masih berada pada tahap negosiasi, sementara proses restrukturisasi utang GNI menjadi salah satu faktor yang menentukan kelanjutan transaksi.

Iklan