kuota produksi

Aktivitas tambang mineral sebagai ilustrasi proses persetujuan RKAB 2026 di Kementerian ESDM
Market

1 bulan yang lalu

ESDM Akui Sejumlah RKAB Mineral 2026 Tertahan, Sekitar 50 Perusahaan Pending

Kementerian ESDM mengakui sejumlah perusahaan tambang mineral belum mendapatkan persetujuan RKAB 2026 akibat persyaratan yang belum lengkap, data cadangan yang belum terverifikasi, hingga pengajuan kuota produksi yang tidak realistis. Sekitar 50 perusahaan pengajuan revisinya masih pending, dengan syarat baru yang lebih tegas seperti larangan mengurus RKAB bila masih memiliki piutang atau reklamasi belum beres. Sebaliknya, 95 persen RKAB batu bara 2026 sudah disetujui, dengan proyeksi produksi t

TR

Tim Redaksi Emitenhub

EmitenHub

Baca
Ilustrasi aktivitas pertambangan batu bara Indonesia dengan Harga Batu Bara Acuan (HBA) periode pertama November 2026 sebesar USD125,60 per ton, turun 0,95 persen.
Nasional

1 bulan yang lalu

Sanksi DMO Batu Bara Diperketat, Praktisi Minta Jangan Pukul Rata

Kementerian ESDM dikabarkan menyiapkan sanksi lebih berat bagi penambang batu bara yang gagal memenuhi kewajiban pasok domestik atau DMO, mulai denda hingga pencabutan IUP. Praktisi meminta penerapannya terukur dan kasus per kasus, mengingat kuota produksi dalam RKAB 2026 justru dipangkas. Sanksi DMO sebenarnya sudah diatur dalam Kepmen ESDM No. 399/2023.

TR

Tim Redaksi Emitenhub

EmitenHub

Baca →
Area tambang batu bara PT Bayan Resources Tbk (BYAN) di tengah perubahan struktur kepemilikan saham
Saham

1 bulan yang lalu

ESDM Setujui RKAB 3 Anak Usaha Bayan (BYAN), Tambah Kuota hingga 20 Juta Ton

Kementerian ESDM menyetujui perubahan RKAB 2026 untuk tiga anak usaha PT Bayan Resources Tbk (BYAN), yakni Tiwa Abadi, Tanur Jaya, dan Fajar Sakti Prima, dengan tambahan kuota produksi batu bara total sekitar 15-20 juta ton. Dirjen Minerba Tri Winarno menegaskan persetujuan ini murni karena persyaratan yang sebelumnya belum lengkap kini terpenuhi, dan tidak berkaitan dengan peralihan saham BYAN ke PT Jhonlin Baratama milik Haji Isam yang berpotensi menguasai sekitar 30% saham perseroan.

TR

Tim Redaksi Emitenhub

EmitenHub

Baca →

Artikel kuota produksi