Saham

Jumlah Investor Adaro Andalan (AADI) Susut 2.239 di Juli 2026, Free Float Ikut Terkikis

Jumlah pemegang saham PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) turun 2.239 investor menjadi 64.997 pada Juli 2026 berdasarkan Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek. Seiring penyusutan itu, porsi free float AADI juga terkikis dari 18,62% menjadi 18,17%, meski komposisi pemegang saham pengendali seperti Adaro Strategic dan Garibaldi Thohir tetap tak berubah.

2 menit membaca
R
Oleh Rio Henanto
Ilustrasi penurunan jumlah investor dan free float Adaro Andalan Indonesia AADI sepanjang Juli 2026

Ilustrasi penurunan jumlah investor dan free float Adaro Andalan Indonesia AADI sepanjang Juli 2026 (Foto:AADI)

Emitenhub.com - Basis pemegang saham PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) menyusut sepanjang Juli 2026. Berdasarkan Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek (LBRE), jumlah pemegang saham nasabah pemilik Single Investor Identification (SID) tercatat 64.997 investor.

Sekretaris Perusahaan AADI Ray Aryaputra, dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dikutip Selasa (11/8/2026), menyebut angka tersebut turun 2.239 investor dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 67.236 investor.

Dalam laporan yang disampaikan Ray, total saham AADI tercatat sebanyak 7.786.891.760 saham. Jumlah itu tak berubah dari bulan sebelumnya.

Dari sisi kepemilikan, PT Adaro Strategic menggenggam 3.200.142.830 saham atau 41,0965% saham AADI. Porsi kepemilikan itu juga tidak berubah dibandingkan bulan sebelumnya.

Garibaldi Thohir tercatat mengempit 454.011.607 saham atau 5,8305%. Kepemilikan tersebut juga tak berubah.

Sementara itu, PT Alamtri Resources menguasai 1.197.023.942 saham atau 15,3723% saham AADI. Jumlah kepemilikannya turut tetap.

Kepemilikan kelompok afiliasi justru tercatat meningkat. Jumlah sahamnya naik dari 1.465.135.271 saham atau 18,8154% menjadi 1.501.470.471 saham atau 19,282%.

Adapun kepemilikan saham treasuri tercatat nihil. Total saham tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) tetap sebanyak 7.786.891.760 saham.

Dari sisi free float, jumlah saham free float AADI tercatat 1.415.047.859 saham pada Juli 2026. Angka itu turun dari 1.449.669.759 saham pada bulan sebelumnya. Persentasenya ikut menyusut dari 18,62% menjadi 18,17%.

Laporan tersebut turut mencatat jumlah saham non-warkat milik perusahaan modal ventura dan private equity dengan porsi kurang dari 5% berkurang dari 18.163.778 saham menjadi 16.450.378 saham.

Sementara itu, tidak ada saham tercatat yang berstatus tidak tercatat di Bursa. Jumlahnya tetap 0 saham atau 0%.

Berdasarkan klasifikasi investor, kelompok individu masih menjadi salah satu pemegang saham terbesar dengan kepemilikan 1.717.757.879 saham. Adapun investor korporasi menguasai 4.758.939.714 saham.

Laporan AADI turut mencatat sejumlah pemilik manfaat. Garibaldi Thohir tercatat sebagai pemilik manfaat dengan kepemilikan langsung 5,83%.

Christian Ariano Rachmat tercatat mengempit 0,047%, sedangkan Arini Saraswaty Subianto memiliki 0,234%. Nama Michael W. P. Soeryadjaya juga tercantum sebagai pemilik manfaat, dengan keterangan kepemilikan langsung bertanda tidak.

Di jajaran manajemen, Julius Aslan tercatat memiliki 2.506.265 saham atau 0,0322%. Priyadi mengempit 207.108 saham atau 0,0027%, sedangkan Susanti memiliki 22.700 saham atau 0,0003%.

Budi Bowoleksono dan Lie Luckman tercatat tidak memiliki saham AADI. Primus Dorimulu memiliki 8.500 saham atau 0,0001%. Kepemilikan para anggota Direksi dan Dewan Komisaris tersebut tidak berubah dibandingkan bulan sebelumnya.

Iklan