Saham

BSA Logistics (WBSA) Raih Pinjaman Rp75 Miliar dari OCBC NISP untuk Beli Kapal

Ringkasan Cepat

PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA) melalui anak usahanya, PT Beruang Maritim Indonesia, meraih fasilitas pinjaman berjangka Rp75 miliar dari OCBC NISP bertenor 60 bulan untuk pembelian kapal. Langkah ini melanjutkan agresivitas perseroan mengakuisisi armada setelah menghabiskan lebih dari 80% dana IPO, termasuk Rp254,4 miliar untuk akuisisi PT Bermuda Inovasi Logistik, di tengah kinerja semester I/2026 yang menunjukkan pendapatan naik 43% tetapi laba bersih anjlok ke Rp1 miliar.

2 menit membaca
R
Oleh Rio Henanto
Ilustrasi BSA Logistics meraih fasilitas pinjaman dari OCBC NISP untuk pembelian kapal guna memperkuat armada logistiknya

Ilustrasi BSA Logistics meraih fasilitas pinjaman dari OCBC NISP untuk pembelian kapal guna memperkuat armada logistiknya (Foto:WBSA)

Emitenhub.com - PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA) melalui anak usahanya, PT Beruang Maritim Indonesia (BMI), meraih fasilitas pinjaman berjangka senilai Rp75 miliar dari PT Bank OCBC NISP Tbk (NISP).

"Tujuan fasilitas untuk pembelian kapal," kata Direktur Utama PT BSA Logistics Indonesia Tbk Edwin Wibowo dalam keterbukaan informasi, Selasa (15/9/2026).

Fasilitas pinjaman berjangka itu memiliki tenor 60 bulan. Adapun jaminan yang diberikan berupa lima set kapal Tug Boat dan Barge ditambah jaminan perusahaan (corporate guarantee) oleh Tiga Beruang Kalifornia Pte Ltd selaku pemegang saham pengendali WBSA.

Perseroan gencar mengakuisisi armada dalam rangka mendorong pertumbuhan kinerja. Perusahaan yang baru IPO pada April 2026 itu juga telah menghabiskan lebih dari 80% dari total dana IPO.

WBSA memperoleh dana IPO bersih sebesar Rp292,68 miliar, dengan 84,1% atau Rp254,4 miliar telah digunakan untuk mengakuisisi PT Bermuda Inovasi Logistik (BIL) dan modal kerja. Sisanya sebesar 12,7% akan diserap paling lambat Desember 2026.

Keberadaan BIL diyakini akan memperkuat operasional WBSA mengingat perusahaan afiliasi tersebut memiliki lebih dari 200 kapal tongkang yang tersebar di Indonesia. Selain itu, akuisisi BIL juga membuka diversifikasi ke sektor lain seperti pertambangan sekaligus memperkuat penetrasi pasar di luar Jawa.

Dalam laporan keuangan auditan, WBSA mencatat pendapatan neto sebesar Rp1,95 triliun sepanjang Januari-Juni 2026, meningkat 43% dibandingkan periode sama tahun 2025 sebesar Rp1,37 triliun. Namun, beban pokok pendapatan melonjak lebih tinggi, sehingga membuat laba kotor turun sekitar 20% menjadi Rp139,7 miliar. Sementara itu, laba bersih tersisa Rp1 miliar, turun tajam dibandingkan semester I/2025 yang mencapai Rp22,4 miliar.

Iklan