Saham

Pendapatan Melonjak 42%, Laba BSA Logistics (WBSA) Malah Anjlok 95% di Semester I/2026

Ringkasan Cepat

PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA) mencatat laba bersih anjlok 95,46% menjadi Rp1,02 miliar pada semester I/2026, meski pendapatan neto melonjak 42,64% menjadi Rp1,95 triliun. Penurunan laba dipicu beban pokok pendapatan yang tumbuh lebih cepat hingga 52,02%, menggerus margin, sementara dari sisi neraca total aset dan posisi kas perseroan justru menguat.

2 menit membaca
R
Oleh Rio Henanto
Ilustrasi anjloknya laba BSA Logistics pada semester I/2026 meski pendapatan melonjak akibat beban pokok yang membengkak

Ilustrasi anjloknya laba BSA Logistics pada semester I/2026 meski pendapatan melonjak akibat beban pokok yang membengkak (Foto:WBSA)

Emitenhub.com - PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA) membukukan laba bersih Rp1,02 miliar pada semester I/2026, anjlok sekitar 95,46% dibandingkan laba Rp22,44 miliar pada periode sama tahun sebelumnya.

Penurunan laba tersebut terjadi di tengah pertumbuhan pendapatan yang cukup signifikan. Hingga 30 Juni 2026, pendapatan neto WBSA mencapai Rp1,95 triliun, melonjak sekitar 42,64% dibandingkan Rp1,37 triliun pada semester I/2025.

Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian interim yang belum diaudit, beban pokok pendapatan tercatat Rp1,81 triliun, naik sekitar 52,02% dari Rp1,19 triliun pada periode sama tahun sebelumnya.

Akibatnya, laba kotor justru turun menjadi Rp139,74 miliar, merosot sekitar 20,75% dibandingkan laba kotor Rp176,32 miliar pada semester I/2025.

Tekanan berlanjut pada level operasional. Meski beban usaha berhasil ditekan menjadi Rp103,39 miliar dari Rp122,18 miliar atau turun sekitar 15,38%, laba usaha tetap merosot menjadi Rp34,67 miliar.

Di sisi lain, penghasilan keuangan BSA Logistics melonjak menjadi Rp5,66 miliar, melesat sekitar 639,95% dibandingkan Rp764,59 juta pada semester I/2025.

Beban keuangan mencapai Rp23,95 miliar, naik sekitar 17,91% dibandingkan Rp20,31 miliar pada periode sama tahun lalu.

Alhasil, laba sebelum pajak penghasilan tercatat Rp6,92 miliar, turun sekitar 76,45% dari Rp29,43 miliar pada semester I/2025.

Dari sisi neraca, total aset mencapai Rp1,72 triliun per 30 Juni 2026, meningkat sekitar 7,22% dibandingkan Rp1,60 triliun pada 31 Desember 2025.

Aset lancar menjadi salah satu penopangnya. Total aset lancar mencapai Rp954,35 miliar, naik sekitar 23,03% dari Rp775,68 miliar pada akhir tahun lalu.

Kas dan bank juga meningkat signifikan menjadi Rp231,04 miliar, dibandingkan Rp149,91 miliar pada 31 Desember 2025, atau naik sekitar 54,11%.

Sementara itu, total liabilitas tercatat Rp1,10 triliun, naik sekitar 3,43% dari Rp1,06 triliun pada 31 Desember 2025.

Rapor semester I/2026 memperlihatkan paradoks yang dihadapi WBSA: pendapatan melonjak 42,64%, tetapi laba bersih justru tergerus hampir habis karena beban pokok tumbuh lebih cepat dari pemasukan. Neraca yang menguat, dengan kas dan aset lancar yang membesar, memberi ruang bernapas bagi perseroan. Ke depan, pemulihan margin akan bergantung pada kemampuan WBSA mengendalikan beban pokok agar pertumbuhan pendapatan yang deras benar-benar berujung pada laba, bukan sekadar volume yang membesar.

Iklan