Saham

PGN Teken Kontrak Gas WK Tungkal, Amankan Pasokan 5,45 BBTUD hingga 2040

Ringkasan Cepat

PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) menandatangani Perjanjian Jual Beli Gas dengan Mont D'Or Oil Tungkal Limited untuk mengamankan pasokan gas bumi sebesar 5,45 BBTUD dari WK Tungkal, Jambi, pada periode 2026-2034 sebelum menurun bertahap hingga 2040. Pasokan ini akan diintegrasikan dengan infrastruktur eksisting PGN di Sumatera guna memperkuat jaringan distribusi gas sekaligus menopang ketahanan energi nasional.

2 menit membaca
R
Oleh Rio Henanto
Ilustrasi PGN mengamankan pasokan gas bumi dari WK Tungkal Jambi untuk memperkuat jaringan distribusi di Sumatera

Ilustrasi PGN mengamankan pasokan gas bumi dari WK Tungkal Jambi untuk memperkuat jaringan distribusi di Sumatera (Foto:PGAS)

Emitenhub.com - PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) selaku Subholding Gas Pertamina memperkuat pasokan gas bumi domestik melalui penandatanganan Perjanjian Jual Beli Gas (PJBG) dengan Mont D'Or Oil Tungkal Limited (MOTL/MontD'Or) dari Wilayah Kerja Tungkal (WK Tungkal), Jambi.

Melalui kerja sama tersebut, PGN akan memperoleh pasokan gas sebesar 5,45 BBTUD untuk periode 2026 hingga 2034. Setelah itu, volume pasokan akan mengalami ramping down atau penurunan secara bertahap hingga 2040.

PJBG WK Tungkal ditandatangani oleh Direktur Komersial PGN Aldiansyah Idham dan General Manager MontD'Or Hendra Jaya. Penandatanganan tersebut turut disaksikan Kepala SKK Migas Djoko Siswanto pada Senin (31/8/2026).

PGN mengapresiasi dukungan Kementerian ESDM, SKK Migas, serta berbagai pemangku kepentingan dalam upaya memperoleh tambahan pasokan gas bumi untuk memperkuat ketahanan energi nasional.

Aldiansyah menyampaikan kerja sama dengan MontD'Or menjadi langkah strategis untuk meningkatkan pemanfaatan gas bumi nasional sebagai sumber energi yang andal, kompetitif, dan berkelanjutan.

Menurutnya, PJBG tersebut memberikan kepastian penyerapan gas bumi dari WK Tungkal sekaligus membantu PGN menjaga keandalan penyaluran gas kepada pelanggan.

Pasokan dari WK Tungkal yang berada di wilayah Sumatera Bagian Tengah nantinya akan diintegrasikan dengan infrastruktur eksisting PGN di Pulau Sumatera.

Integrasi tersebut diharapkan dapat memperkuat jaringan pasokan dan distribusi gas bumi PGN di wilayah Sumatera.

PGN juga terus mengembangkan strategi pengadaan gas dengan mengintegrasikan pasokan dari berbagai sumber, baik gas pipa maupun Liquefied Natural Gas (LNG).

Langkah tersebut ditempuh untuk menjaga keberlanjutan layanan gas bumi bagi berbagai kelompok pelanggan, mulai dari sektor industri, komersial, usaha kecil, hingga rumah tangga.

Aldiansyah berharap kolaborasi antara SKK Migas, produsen gas khususnya MontD'Or, dan PGN dapat terus berkembang melalui berbagai kerja sama strategis lainnya.

"Kami optimis kerja sama ini akan memberikan manfaat nyata bagi pertumbuhan industri dan perekonomian nasional," pungkasnya.

Tambahan pasokan 5,45 BBTUD dari WK Tungkal memperkuat pijakan PGN dalam menjaga keandalan penyaluran gas di Sumatera, sekaligus melengkapi strategi pengadaan yang memadukan gas pipa dan LNG. Dengan periode pasokan yang membentang hingga 2040, keberlanjutan penyerapan gas dari lapangan ini akan bergantung pada integrasi yang mulus dengan infrastruktur eksisting perseroan serta konsistensi permintaan dari pelanggan industri hingga rumah tangga.

Iklan