Emitenhub.com -PT Bumi Resources Tbk (BUMI) kembali menjadi sorotan setelah namanya disebut sebagai salah satu kandidat pembeli PT Kideco Jaya Agung, perusahaan tambang batu bara milik PT Indika Energy Tbk (INDY). Namun, manajemen BUMI tidak memberikan konfirmasi mengenai kemungkinan transaksi tersebut dan menegaskan fokus bisnisnya tetap pada diversifikasi di luar batu bara termal.
Dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (13/10/2026), BUMI menyatakan tidak memberikan tanggapan terhadap rumor pasar maupun rencana transaksi yang belum memiliki kepastian.
"Perseroan tidak dapat memberikan komentar atas rumor pasar, spekulasi, maupun transaksi yang bersifat hipotesis," demikian pernyataan manajemen BUMI.
Perseroan memastikan setiap perkembangan aksi korporasi yang bersifat material akan diumumkan kepada publik melalui mekanisme keterbukaan informasi sesuai ketentuan pasar modal.
BUMI juga menyoroti perbedaan antara arah pengembangan bisnis perusahaan dan karakteristik aset yang disebut dalam pemberitaan.
Saat ini, perseroan memprioritaskan diversifikasi usaha ke sektor di luar batu bara termal. Sementara itu, Kideco merupakan perusahaan yang bergerak dalam pertambangan batu bara termal.
Rio Tinto dan EGA Turut Disebut dalam Rumor Akuisisi Kideco
Nama BUMI mencuat setelah laporan DealStreetAsia menyebut perseroan sebagai salah satu kandidat kuat untuk mengambil alih Kideco dari Indika Energy.
Selain BUMI, dua perusahaan pertambangan internasional juga dikabarkan telah melakukan kajian terhadap potensi transaksi tersebut.
Keduanya adalah Rio Tinto, perusahaan pertambangan global yang memiliki kegiatan usaha di Inggris dan Australia, serta Emirates Global Aluminium (EGA) yang berbasis di Uni Emirat Arab.
Meski sejumlah perusahaan disebut sebagai calon pembeli, informasi tersebut masih berupa laporan mengenai penjajakan transaksi dan belum menjadi konfirmasi adanya kesepakatan akuisisi.
Sebelumnya, INDY dikabarkan tengah mempertimbangkan pelepasan kepemilikan Kideco dengan valuasi lebih dari US$1 miliar atau sekitar Rp18 triliun.
Namun, kemungkinan divestasi tersebut masih bergantung pada keputusan Indika Energy dan perkembangan pembahasan dengan calon investor.
Hingga informasi ini disampaikan, belum terdapat kepastian mengenai pihak yang akan mengambil alih Kideco maupun nilai transaksi yang disepakati.


