Emitenhub.com - PT Bumi Resources Tbk (BUMI) memberikan klarifikasi terkait rumor akuisisi tambang batu bara Kideco milik PT Indika Energy Tbk (INDY). Perseroan menyatakan belum dapat memastikan kebenaran pemberitaan yang menempatkan BUMI sebagai kandidat terkuat dalam transaksi tersebut.
Direktur BUMI RA Sri Dharmayanti menjelaskan bahwa informasi mengenai rencana akuisisi tersebut berasal dari narasumber anonim sehingga dasar pemberitaannya tidak dapat diverifikasi oleh perseroan.
"Pemberitaan tersebut didasarkan pada narasumber yang tidak disebutkan identitasnya, sehingga kami tidak dapat memverifikasi sumber maupun dasar informasinya," tulis Sri Dharmayanti dalam surat klarifikasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), dikutip Selasa (13/10/2026).
BUMI mengungkapkan bahwa salah satu media asing sebelumnya telah meminta tanggapan perseroan terkait kabar tersebut. Namun, manajemen memilih tidak memberikan komentar mengenai rumor pasar, spekulasi, maupun transaksi yang masih bersifat hipotetis.
Perseroan menegaskan akan menyampaikan setiap perkembangan aksi korporasi yang bersifat material melalui mekanisme keterbukaan informasi sesuai ketentuan pasar modal.
Sementara itu, BUMI menyatakan arah strategi bisnisnya tetap berfokus pada diversifikasi usaha di luar batu bara termal.
Manajemen turut menyoroti bahwa aset Kideco yang disebut dalam pemberitaan merupakan tambang batu bara termal. Karakteristik aset tersebut berbeda dengan arah diversifikasi usaha yang saat ini menjadi fokus perseroan.
Meski demikian, BUMI belum memberikan konfirmasi mengenai adanya rencana maupun kesepakatan transaksi akuisisi Kideco.
Manajemen BUMI memastikan setiap informasi atau fakta material yang dapat memengaruhi kegiatan usaha maupun harga saham perseroan akan disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI). Penyampaian tersebut dilakukan melalui mekanisme keterbukaan informasi sesuai ketentuan pasar modal.
Rumor akuisisi Kideco bukan pertama kali dikaitkan dengan BUMI. Pada Juli 2026, perseroan sempat disebut sebagai salah satu calon pembeli perusahaan tambang batu bara tersebut.
Saat itu, sumber pelaku pasar bahkan menyebut rencana pengambilalihan Kideco oleh Grup BUMI dapat diumumkan dalam waktu dekat. Namun, kabar tersebut dibantah Direktur BUMI Christopher Fong.
Christopher menjelaskan bahwa perseroan tengah memprioritaskan ekspansi ke komoditas tembaga dan emas serta kegiatan pengolahan hilir.
"Strategi ini mengharuskan kami untuk tidak melakukan ekspansi di luar aset batu bara termal yang saat ini kami miliki," ujar Christopher.
INDY Dikabarkan Pertimbangkan Pelepasan Kideco
Spekulasi mengenai akuisisi Kideco muncul setelah PT Indika Energy Tbk (INDY) dilaporkan tengah mengevaluasi kemungkinan divestasi anak usaha pertambangan batu bara tersebut.
Dalam pemberitaan sebelumnya, INDY disebut menggandeng penasihat keuangan untuk mengkaji opsi penjualan aset. Proses tersebut juga mencakup penjajakan minat awal dari sejumlah calon investor.
Nilai transaksi Kideco diperkirakan dapat melampaui US$1 miliar. Namun, pembahasan disebut masih berada pada tahap awal dan INDY tetap memiliki opsi mempertahankan kepemilikannya.
Menanggapi kabar tersebut, Sekretaris Perusahaan Indika Energy Adi Pramono sebelumnya menyatakan perseroan tidak memberikan komentar atas rumor maupun spekulasi pasar mengenai portofolio investasinya.
Dalam keterbukaan informasi tertanggal 17 Juli 2026, INDY menegaskan setiap perkembangan yang bersifat material akan diumumkan melalui saluran resmi sesuai ketentuan pasar modal.
Kideco sendiri memiliki kontribusi besar terhadap kinerja keuangan Indika Energy.
Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian per 31 Maret 2026, Kideco membukukan pendapatan sebesar US$377,4 juta. Sementara itu, total pendapatan konsolidasian INDY pada periode yang sama tercatat US$493,2 juta.
Dari sisi profitabilitas, Kideco menghasilkan laba bersih sebesar US$42,4 juta. Adapun laba bersih konsolidasian Indika Energy mencapai US$7 juta pada periode tersebut.
Besarnya kontribusi Kideco menjadikan rencana divestasi sebagai keputusan yang berkaitan langsung dengan struktur bisnis INDY. Apabila transaksi terealisasi, pelepasan aset tersebut akan mengubah komposisi sumber pendapatan perseroan.
BUMI Fokus Perbesar Portofolio Emas dan Tembaga
Sementara rumor akuisisi Kideco kembali mencuat, BUMI tetap menempatkan diversifikasi mineral sebagai salah satu agenda pengembangan bisnisnya.
Perseroan berupaya mengurangi ketergantungan terhadap batu bara termal melalui perluasan portofolio ke komoditas lain, terutama emas dan tembaga.
Manajemen sebelumnya menilai keberhasilan diversifikasi tersebut menjadi salah satu faktor yang dapat memengaruhi penilaian investor terhadap prospek jangka panjang BUMI.
Salah satu langkah ekspansi dilakukan pada Juni 2025 ketika perseroan mengumumkan penandatanganan kesepakatan awal dengan perusahaan pertambangan asal Australia, Wolfram Limited.
Kesepakatan tersebut menjadi bagian dari strategi pengembangan bisnis mineral di luar kegiatan pertambangan batu bara yang telah dijalankan BUMI.
Dalam pemberitaan mengenai ekspansi mineral pada akhir 2025, manajemen juga menyampaikan target perubahan komposisi pendapatan perusahaan.
BUMI menargetkan kontribusi pendapatan dari bisnis mineral dan aset batu bara termal mencapai porsi masing-masing 50% pada 2031.
Dengan arah strategi tersebut, BUMI masih memprioritaskan pengembangan aset mineral. Sementara itu, kabar pengambilalihan Kideco belum memperoleh konfirmasi transaksi dari pihak-pihak yang disebut dalam pemberitaan.


