Saham

BTPS Siapkan Buyback Saham Rp1 Triliun, BTPN Syariah Pamer Modal Kuat dengan CAR 58,7%

Ringkasan Cepat

PT Bank BTPN Syariah Tbk (BTPS) mengajukan rencana pembelian kembali saham atau buyback dengan nilai mencapai Rp1 triliun untuk mengoptimalkan nilai pemegang saham dan memperkuat kepercayaan investor. Rencana tersebut didukung posisi permodalan perseroan dengan rasio CAR sebesar 58,7% dan ROA 7,2%. Sepanjang semester I-2026, BTPN Syariah membukukan laba bersih Rp655 miliar dengan total aset Rp23 triliun dan pembiayaan Rp11 triliun.

• 2 menit membaca
R
Oleh Rio Henanto
Ilustrasi PT Bank BTPN Syariah Tbk (BTPS) yang mengajukan rencana buyback saham senilai Rp1 triliun didukung rasio kecukupan modal sebesar 58,7%.

Ilustrasi PT Bank BTPN Syariah Tbk (BTPS) yang mengajukan rencana buyback saham senilai Rp1 triliun didukung rasio kecukupan modal sebesar 58,7%.

Emitenhub.com - PT Bank BTPN Syariah Tbk (BTPS) mengajukan rencana pembelian kembali saham atau buyback dengan nilai mencapai Rp1 triliun. Aksi korporasi tersebut disiapkan untuk mengoptimalkan nilai bagi pemegang saham sekaligus memperkuat kepercayaan investor terhadap fundamental dan prospek bisnis perseroan.

Direktur BTPN Syariah Arief Ismail menyatakan rencana buyback mencerminkan keyakinan manajemen terhadap kondisi keuangan dan kemampuan bank dalam mempertahankan pertumbuhan jangka panjang.

Menurutnya, BTPN Syariah terus berupaya menjaga keseimbangan antara pengembangan bisnis, pengelolaan risiko, dan penciptaan nilai bagi pemegang saham.

"Rencana aksi korporasi tersebut merupakan bentuk keyakinan kami terhadap kekuatan fundamental dan prospek jangka panjang BTPN Syariah," ujar Arief.

Ia menjelaskan bahwa posisi permodalan yang kuat memberikan ruang bagi perseroan untuk menjalankan strategi pertumbuhan sekaligus mengalokasikan dana bagi kepentingan pemegang saham.

Meski menyiapkan buyback senilai Rp1 triliun, BTPN Syariah memastikan pelaksanaannya akan dilakukan secara terukur dengan mempertimbangkan kebutuhan operasional dan pengembangan usaha.

Perseroan juga berkomitmen mempertahankan fokus pada pembiayaan serta pemberdayaan masyarakat prasejahtera produktif yang menjadi bagian dari bisnis intinya.

Manajemen menegaskan bahwa pelaksanaan pembelian kembali saham akan mengedepankan prinsip kehati-hatian, tata kelola perusahaan yang baik, serta kepatuhan terhadap ketentuan pasar modal yang berlaku.

Laba BTPS Capai Rp655 Miliar pada Semester I-2026

Rencana buyback tersebut disampaikan ketika BTPN Syariah mencatat pertumbuhan sejumlah indikator keuangan sepanjang enam bulan pertama 2026.

Perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp655 miliar pada semester I-2026.

Dari sisi neraca, total aset meningkat 8% secara tahunan menjadi Rp23 triliun. Sementara itu, penyaluran pembiayaan tumbuh 9% menjadi Rp11 triliun.

Pertumbuhan pembiayaan tersebut menunjukkan peningkatan aktivitas penyaluran dana perseroan di tengah upaya menjaga kualitas bisnis dan pengelolaan risiko.

BTPN Syariah juga mempertahankan rasio profitabilitas dan permodalan yang relatif tinggi.

Rasio pengembalian aset atau return on assets (ROA) tercatat sebesar 7,2%, sedangkan rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) mencapai 58,7%.

Tingkat CAR tersebut menjadi salah satu indikator kemampuan permodalan bank dalam menyerap risiko sekaligus mendukung pengembangan kegiatan usaha.

Dengan kondisi keuangan tersebut, BTPN Syariah menilai perseroan memiliki kapasitas untuk melanjutkan strategi pertumbuhan di tengah rencana pengalokasian dana untuk pembelian kembali saham.

Namun, realisasi buyback masih bergantung pada pemenuhan persyaratan dan ketentuan yang berlaku. Perseroan belum merinci jadwal pelaksanaan maupun jumlah maksimum saham yang akan dibeli kembali dalam bahan informasi yang tersedia.

Iklan