Saham

Target Harga Saham GOTO Tembus Rp68, Analis Lihat Potensi Kenaikan 137%

Ringkasan Cepat

Target harga rata-rata saham GOTO versi konsensus Bloomberg berada di Rp68 per saham, jauh di atas harga pasar Rp29 pada Kamis (8/10/2026). Mayoritas analis memberi rekomendasi beli, dengan Citi mematok target tertinggi Rp80. Selisih harga melebar setelah BEI menurunkan floor price menjadi Rp1 per saham.

• 2 menit membaca
R
Oleh Rio Henanto
Grafik pergerakan harga saham GOTO GoTo Gojek Tokopedia dengan target harga analis

Grafik pergerakan harga saham GOTO GoTo Gojek Tokopedia dengan target harga analis

Emitenhub.com - Harga target saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) versi para analis masih bertengger jauh di atas harga pasarnya saat ini. Konsensus menaruh target rata-rata di Rp68 per saham, sedangkan GOTO diperdagangkan pada Rp29 pada Kamis (8/10/2026). Selisih itu melebar setelah Bursa Efek Indonesia (BEI) menurunkan batas harga terendah atau floor price menjadi Rp1.

Berdasarkan konsensus analis yang dihimpun Bloomberg, jarak harga ke target itu setara return potential sebesar 137% secara point-to-point dalam 12 bulan ke depan. Konsensus tersebut melibatkan 29 analis.

Mayoritas analis bertahan di posisi beli. Sebanyak 79,3% merekomendasikan buy. Sisanya terbagi menjadi 17,2% hold dan 3,4% sell.

Beberapa institusi memasang target di atas konsensus. Citi menjadi yang tertinggi dengan Rp80 per saham. Mandiri Sekuritas mematok Rp65 per saham dan UOB Kay Hian Rp60 per saham.

Macquarie mengambil posisi lebih konservatif. Sekuritas itu menyematkan target Rp48 per saham dengan rekomendasi outperform.

Perhatian pasar belakangan tertuju pada valuasi GOTO. Citi menilai valuasi itu sudah menarik dan menyimpan ruang kenaikan. Tekanan harga sebelumnya muncul setelah bursa menurunkan batas minimum perdagangan ke Rp1 per saham. Emiten ini bergerak di layanan transportasi daring dan pesan-antar makanan.

Analis Citi Ferry Wong menegaskan kondisi bisnis GOTO tidak berubah meski harganya bergerak. Ia membaca lonjakan itu sebagai proses price discovery yang sebelumnya tertahan batas harga minimum sejak Mei. "Kami menilai faktor-faktor yang mendorong harga saham tersebut sebagian besar bersifat teknikal, bukan fundamental," tulisnya dalam catatan riset yang dikutip Bloomberg News.

Citi juga menutup pandangan negatif jangka pendeknya dan membuka Catalyst Watch positif selama 90 hari. Broker itu memperkirakan harga bergerak mendekati fundamentalnya, dengan target Rp80 per saham. Program buyback senilai Rp3,5 triliun yang belum terealisasi menjadi salah satu penopang harga.

Iklan