Emitenhub.com - Saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) rontok begitu aturan harga minimum Rp1 di Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi berlaku.
Mengacu data RTI Business pukul 09.05 WIB, saham GOTO terjun 14% atau 7 poin ke Rp43. Padahal pada penutupan Jumat (25/9), harganya masih bertahan di level gocap Rp50.
Kejatuhan itu langsung menggerus nilai perusahaan. Kapitalisasi pasar GOTO menyusut dari Rp57,02 triliun pada Jumat (25/9) menjadi Rp49,04 triliun. Artinya, sekitar Rp8 triliun menguap hanya dalam pembukaan pagi ini.
Geraknya pun nyaris membeku. GOTO dibuka di Rp43 dan hanya berputar di rentang Rp43-Rp43, dengan volume 48,78 juta saham, nilai transaksi Rp2,10 miliar, dan frekuensi 1.455 kali.
Ironisnya, sehari sebelumnya GOTO justru berstatus penyandang kapitalisasi terbesar di antara saham-saham gocap Rp50 pada 25 September 2026.
Pemicunya jelas: kebijakan BEI yang menurunkan batas bawah harga dari Rp50 ke Rp1. Aturan ini melepas saham-saham yang tadinya terkunci di gocap untuk melanjutkan koreksi sampai menembus di bawah Rp50.
Dampaknya tidak berhenti di GOTO. Pantauan pukul 09.08 WIB memperlihatkan sederet saham yang Jumat (25/9) masih mentok di Rp50 kompak longsor 14% ke Rp43.
Deretan itu mencakup PT Bank KB Indonesia Tbk. (BBKP) dengan sisa kapitalisasi Rp8,07 triliun, PT MNC Tourism Indonesia Tbk. (KPIG) Rp4,61 triliun, PT Diamond Citra Propertindo Tbk. (DADA) Rp319,56 miliar, serta PT Megalestari Epack Sentosaraya Tbk. (EPAC) Rp142,05 miliar. Semuanya kompak turun 14% ke Rp43.


