Emitenhub.com - Saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) bertahan di bawah Rp50 selama tiga hari beruntun. Tekanan ini muncul setelah Bursa Efek Indonesia (BEI) memberlakukan batas harga minimum baru sebesar Rp1, yang membuka ruang harga bergerak di bawah level gocap.
Analis Phintraco Sekuritas Aditya Prayoga menilai investor tak perlu panik. Menurutnya, potensi GOTO turun di bawah Rp50 sudah masuk ekspektasi sejak perubahan aturan diumumkan.
"Ketika batas Rp50 dibuka, pasar memang membutuhkan waktu untuk menyesuaikan harga. Pergerakan dalam beberapa hari pertama ini tidak bisa langsung disimpulkan sebagai perubahan pada prospek bisnis GoTo," ujar Aditya.
Penghapusan batas gocap dinilai positif
Aditya justru memandang penghapusan batas Rp50 sebagai kabar baik untuk jangka panjang. Dengan harga yang bebas bergerak mengikuti penawaran jual dan beli, pembentukan harga menjadi lebih terbuka.
"Sekarang proses price discovery bisa terlihat lebih jelas. Investor dapat menilai pada harga berapa saham GOTO benar-benar diperdagangkan, lalu menggunakan informasi itu untuk mengambil keputusan investasi," katanya.
Kejelasan harga ini, lanjutnya, penting terutama bagi investor institusi yang menimbang masuk ke suatu saham. Mereka perlu mengukur harga masuk, risiko, dan peluang keluar berdasarkan transaksi yang teramati di pasar.
Likuiditas berpeluang pulih di pasar reguler
Saat harga GOTO mentok di Rp50, likuiditas di pasar reguler sempat menyusut. Data BEI menunjukkan sebagian transaksi bergeser ke pasar negosiasi, sementara aktivitas di pasar reguler tak sepenuhnya menggambarkan minat beli dan jual yang sesungguhnya.
Terbukanya batas harga membuka peluang transaksi kembali ramai di pasar reguler. Likuiditas yang lebih baik dapat mengembalikan penilaian saham GOTO ke perkembangan kinerja perusahaan, begitu tekanan penyesuaian jangka pendek reda.
"Perdagangan di pasar reguler berlangsung secara terbuka, berkesinambungan, dan lebih mudah diakses. Ini penting terutama bagi investor," ujar Aditya.
Ia menambahkan saham yang aktif diperdagangkan lebih mudah dilirik kelompok investor yang lebih luas. Bagi sebagian investor institusi, kedalaman pasar dan kemampuan menjual kembali saham menjadi pertimbangan sebelum membangun posisi.
Fundamental dinilai belum tercermin di harga
Menurut Aditya, harga GOTO saat ini belum sepenuhnya mencerminkan fundamental perusahaan. GoTo sudah membukukan laba bersih positif dalam dua kuartal beruntun, dengan pendapatan dan profitabilitas yang terus membaik.
"GoTo sedang membangun perusahaan untuk jangka panjang. Karena itu, investor perlu melihat kemampuan bisnisnya untuk terus tumbuh dan menghasilkan laba, selain mencermati pergerakan harga saham harian," katanya.
Ia mengingatkan volatilitas masih mungkin berlanjut sampai pasar menemukan titik keseimbangan harga baru. Namun jika likuiditas pasar reguler pulih dan perbaikan kinerja berlanjut, fundamental berpeluang kembali menjadi faktor utama penilaian saham.
Head of Corporate Affairs GoTo Audrey Petriny sebelumnya menegaskan harga saham saat ini tidak mencerminkan fundamental bisnis yang terus menguat. Ia menyebut pelemahan harga lebih dipicu faktor teknis menyusul aturan baru BEI soal batas bawah harga saham.
Kinerja perseroan disebut terus tumbuh positif. Pada kuartal II-2026, GoTo kembali mencetak laba bersih Rp252 miliar, melanjutkan tren laba dua kuartal berturut-turut. Pendapatan bersih tercatat Rp5,7 triliun, sementara adjusted EBITDA menembus lebih dari Rp1 triliun.
"Kami juga tetap berada di jalur yang tepat untuk mencapai pedoman EBITDA yang disesuaikan untuk setahun penuh sebesar Rp3,2 triliun sampai Rp3,4 triliun. Kami tetap fokus memperkuat kinerja bisnis, yang kami yakini akan menciptakan nilai tambah jangka panjang bagi para pemegang saham," katanya.
Perbedaan antara harga harian dan klaim fundamental inilah yang kini jadi pusat perhatian. Selama pasar masih meraba titik keseimbangan harga pascagocap, arah saham GOTO bakal ditentukan seberapa cepat likuiditas reguler pulih dan seberapa konsisten laba perseroan bertahan di kuartal-kuartal berikutnya.


