Emitenhub.com - PT Apexindo Pratama Duta Tbk (APEX) berencana menerbitkan saham baru lewat skema Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) atau private placement. Inti aksinya adalah menukar utang kepada kreditor sindikasi asing menjadi saham, demi memperbaiki posisi keuangan perseroan.
Rencana itu akan dibahas dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Rabu, 7 Oktober 2026, di Function Room Residence 8, Jakarta Selatan.
Lewat prospektus ringkas yang terbit Jumat (2/10/2026), APEX akan menerbitkan 218.090.317 saham biasa Seri B dengan nilai nominal sekaligus harga konversi Rp325 per saham. Jumlah itu setara 5,79 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah aksi rampung.
Total utang pokok yang dikonversi mencapai US$4,11 juta atau Rp70,87 miliar pada kurs Rp17.250 per dolar AS. Dua kreditornya adalah The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited (HSBC LTD) dan HSBC Bank PLC. Utang ke HSBC LTD senilai US$2,93 juta dikonversi menjadi 155.778.802 saham Seri B, sementara utang ke HSBC PLC US$1,17 juta menjadi 62.311.515 saham Seri B.
Langkah ini dipicu arus kas yang belum mencukupi untuk menutup kewajiban jatuh tempo 2026. Per 31 Desember 2025, total pinjaman dan beban akrual ke kreditor sindikasi tercatat US$36,09 juta, sementara kas dan setara kas hanya US$26,92 juta. Lewat kombinasi perpanjangan tenor, penyelesaian sebagian, dan konversi ini, kewajiban perseroan menyusut menjadi US$8,67 juta.
Konsekuensinya, struktur modal berubah. Modal dasar yang semula seluruhnya Seri A bernilai nominal Rp500 kini terbagi menjadi Seri A Rp500 dan Seri B Rp325, dengan hak yang sama.
Aksi ini membuat pemegang saham lama terdilusi 5,79 persen. Namun APEX menegaskan harga konversi Rp325 jauh di atas batas minimum Rp50 sekaligus di atas rata-rata penutupan 25 hari bursa, sehingga menekan efek dilusi. Penerbitan dan distribusi saham baru ditargetkan tuntas paling lambat 31 Oktober 2026.


