Emitenhub.com - Amerika Serikat (AS) membiarkan kapal tanker minyak Iran melintasi Selat Hormuz meski konflik maritim di Teluk Persia masih berlangsung.
Dikutip dari GCaptain pada Selasa, 17 Maret 2026, langkah tersebut ditempuh untuk menahan tekanan yang lebih dalam terhadap pasar minyak global.
Amerika Serikat (AS) membiarkan kapal tanker minyak Iran melintasi Selat Hormuz meskipun konflik maritim di Teluk Persia masih berlangsung.
Dikutip dari GCaptain pada Selasa, 17 Maret 2026, langkah itu ditempuh untuk mencegah guncangan yang lebih dalam di pasar minyak global.
Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan kapal-kapal Iran tetap diizinkan keluar guna menjaga pasokan energi ke pasar dunia. Pernyataan itu disampaikan dalam sebuah wawancara.
Komentar tersebut muncul saat pengiriman minyak dan komoditas lain melalui Selat Hormuz mengalami kelumpuhan. Kondisi itu dipicu gelombang serangan terhadap kapal dagang sejak perang antara AS-Israel dan Iran pecah pada akhir bulan lalu.
Selat Hormuz yang sempit itu selama ini menjadi jalur penting bagi sekitar 20% pasokan minyak dunia. Gangguan keamanan di kawasan tersebut membuat lalu lintas kapal tanker turun tajam.
Meski demikian, aktivitas komersial di jalur itu mulai menunjukkan tanda pemulihan terbatas pada akhir pekan lalu.
Menurut data pelacakan kapal MarineTraffic, kapal tanker Aframax Karachi yang mengangkut minyak mentah Das dari Abu Dhabi menjadi kapal kargo non-Iran pertama yang melintasi Selat Hormuz sambil tetap menyiarkan sinyal AIS sejak perang pecah.


