Saham

Telkom (TLKM) Tegaskan Payout Ratio Dividen 60%-90%, EBITDA Margin Tembus di Atas 50%

Ringkasan Cepat

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) menegaskan komitmen kebijakan dividen dengan payout ratio 60%-90% dari laba bersih tahun buku berjalan dalam Public Expose Live 2026. Perseroan juga memperkuat disiplin alokasi modal, dengan lebih dari 94% capex paruh pertama 2026 diarahkan ke bisnis inti B2C dan B2B infrastruktur, sehingga EBITDA margin Telkom Group pada kuartal II/2026 tercatat di atas 50%.

1 menit membaca
R
Oleh Rio Henanto
Ilustrasi komitmen kebijakan dividen Telkom Indonesia dengan payout ratio 60 hingga 90 persen dan penguatan margin

Ilustrasi komitmen kebijakan dividen Telkom Indonesia dengan payout ratio 60 hingga 90 persen dan penguatan margin (Foto:TLKM)

Emitenhub.com - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) menyatakan komitmen pembagian dividen dengan rentang payout ratio 60%-90% dari laba bersih tahun buku berjalan.

Direktur Keuangan & Manajemen Risiko Telkom Indonesia Arthur Angelo Syailendra dalam Public Expose Live 2026 pada Senin (7/9/2026) menyampaikan, "Telkom akan terus berupaya memberikan yang terbaik kepada pemegang saham. Namun demikian, Telkom akan tetap fokus pada dividen yang dibagikan setelah akhir tahun buku berjalan."

Arthur menyebut, "Kebijakan dividen kami, payout ratio 60% - 90%." Menurutnya, Telkom akan menyeimbangkan pertumbuhan dividen per saham dengan kebutuhan ekspansi, investasi, kinerja perusahaan, kondisi pasar, serta aspirasi pemegang saham.

Masih dalam agenda yang sama, Direktur Utama Telkom Indonesia Dian Siswarini menyampaikan terkait belanja modal, lebih dari 94% capex pada paruh pertama 2026 telah dialokasikan ke bisnis inti B2C dan B2B infrastruktur.

"Disiplin alokasi modal terus kami perkuat. Resources dan Kapital diarahkan ke area yang menjadi sumber pertumbuhan utama perseroan," ujar Dian.

Hasil dari efisiensi tersebut diungkapkan Dian melalui EBITDA Margin Telkom Group pada kuartal II/2026 yang tercatat di atas 50%. "Kami optimis inisiatif ini akan mendukung margin yang lebih sehat, profitabilitas lebih kuat, serta penciptaan nilai jangka panjang bagi pemegang saham," pungkasnya.

Iklan