Emitenhub.com - Arab Saudi kembali mengalirkan 5,8 juta barel minyak per hari lewat pipa lintas negara utamanya, pipa Timur-Barat (East-West), setelah jalur itu lumpuh akibat serangan. Menteri Energi Pangeran Abdulaziz bin Salman menyatakan pipa tersebut sudah beroperasi kembali per Selasa pagi, lima hingga enam hari seusai serangan yang disebutnya "serangan hebat".
Pernyataan itu disampaikan sang menteri dalam sebuah acara di Bahrain. Jalur pipa sempat ditutup pada 10 September menyusul serangan pesawat nirawak (drone) yang diluncurkan dari Irak.
Perusahaan negara Saudi Aramco disebut telah menggenjot aliran minyak di pipa itu hingga mendekati 6 juta barel per hari, atau lebih dari 80 persen kapasitasnya, menurut sumber yang mengetahui hal tersebut pada akhir pekan lalu. Sekitar 4,5 juta barel di antaranya tersedia untuk diekspor lewat Pelabuhan Yanbu di pesisir Laut Merah, wilayah barat kerajaan.
Pipa ini memegang peran vital. Jalur tersebut selama ini menjaga aliran minyak Saudi tetap berjalan, bahkan di masa perang Iran, tanpa harus bergantung pada rute berbahaya melalui Selat Hormuz. Pasokannya menjadi penopang penting bagi pasar sekaligus menahan harga minyak dari lonjakan lebih jauh.
Namun rute ini menghadapi tekanan dalam beberapa bulan terakhir akibat serangan Houthi Yaman terhadap kapal tanker dan infrastruktur Saudi di sepanjang pesisir barat. Penutupan pipa Timur-Barat bahkan sempat memaksa kerajaan mengalihkan ekspornya kembali lewat Selat Hormuz. Pengalihan itu, berpadu dengan pulihnya pasokan melalui Yanbu, mendorong total ekspor Saudi bulan lalu ke level tertinggi sejak Januari.

