Saham

Laba Samindo Resources (MYOH) Melonjak 53% Jadi USD17,47 Juta, Lampaui Target 2026

Ringkasan Cepat

PT Samindo Resources Tbk (MYOH) membukukan kenaikan laba bersih 53 persen menjadi USD17,47 juta hingga kuartal III-2026, melampaui target rencana kerja sebesar USD14,89 juta. Pertumbuhan tersebut didukung peningkatan produktivitas jasa pertambangan, efisiensi biaya operasional, serta kenaikan pendapatan konsolidasi menjadi USD133,05 juta.

• 3 menit membaca
R
Oleh Rio Henanto
Kinerja PT Samindo Resources Tbk (MYOH) dengan laba bersih USD17,47 juta hingga kuartal III-2026, didukung peningkatan produktivitas pertambangan.

Kinerja PT Samindo Resources Tbk (MYOH) dengan laba bersih USD17,47 juta hingga kuartal III-2026, didukung peningkatan produktivitas pertambangan. (Foto:MYOH)

Emitenhub.com - PT Samindo Resources Tbk (MYOH) mencatat pertumbuhan laba bersih sebesar 53 persen menjadi USD17,47 juta sepanjang sembilan bulan pertama 2026. Capaian tersebut melampaui target rencana kerja perseroan sebesar USD14,89 juta, didukung peningkatan produktivitas jasa pertambangan dan efisiensi biaya operasional.

Dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, laba bersih MYOH meningkat dari USD11,42 juta. Sementara itu, pendapatan konsolidasi tumbuh 9 persen menjadi USD133,05 juta hingga kuartal III-2026.

Kontribusi terbesar berasal dari segmen pemindahan batuan penutup (overburden removal) dan produksi batu bara (coal getting). Pendapatan kedua aktivitas tersebut naik 22 persen menjadi USD79,98 juta dari USD65,56 juta pada periode Januari-September 2025.

Bisnis pengangkutan batu bara (coal hauling) turut mencatatkan pendapatan sebesar USD32,86 juta. Adapun jasa pengeboran, eksplorasi, dan layanan lainnya tumbuh 15 persen menjadi USD1,68 juta.

Produktivitas Tambang MYOH Lampaui Target

Corporate Secretary Samindo Resources Ahmad Zaki Natsir mengatakan pertumbuhan kinerja perseroan didukung peningkatan produktivitas pada seluruh lini utama jasa pertambangan.

Realisasi overburden removal hingga September 2026 mencapai 28,32 juta bank cubic meter (bcm). Volume tersebut meningkat 23 persen dari 23,04 juta bcm pada periode yang sama tahun lalu.

Pencapaian ini juga melampaui target rencana kerja sebesar 25,59 juta bcm atau sekitar 11 persen di atas target.

Pada aktivitas coal getting, volume produksi batu bara meningkat 11 persen menjadi 4,20 juta ton dari sebelumnya 3,76 juta ton. Realisasi tersebut lebih tinggi 13 persen dibandingkan target perseroan sebesar 3,73 juta ton.

Pertumbuhan turut terjadi pada aktivitas coal hauling. Volume pengangkutan batu bara mencapai 18,24 juta ton, meningkat dari 17,71 juta ton pada sembilan bulan pertama 2025 sekaligus melampaui target rencana kerja.

Menurut Zaki, peningkatan produktivitas didukung kondisi cuaca yang lebih kondusif dengan jam hujan lebih rendah. Perseroan juga memperoleh manfaat dari pemendekan jarak angkut di area tambang dan peningkatan ketersediaan armada alat berat.

Di tengah peningkatan aktivitas operasional, MYOH berhasil mempertahankan catatan nihil kecelakaan fatal (zero fatality).

Efisiensi Biaya Dorong Pertumbuhan Laba

Perbaikan operasional turut membantu Samindo menekan beban pokok pendapatan sebesar 2 persen menjadi USD98,60 juta. Pada periode yang sama tahun sebelumnya, beban tersebut mencapai USD100,57 juta.

Efisiensi berasal dari optimalisasi jarak pengangkutan, pengendalian biaya perawatan armada pada segmen coal hauling, serta penurunan beban usaha penyewaan kendaraan.

Penurunan biaya tersebut mendorong laba bruto MYOH melonjak 59 persen menjadi USD34,45 juta. Laba sebelum pajak juga meningkat 62 persen menjadi USD23,69 juta.

Dari sisi posisi keuangan, kas dan deposito berjangka perseroan mencapai USD101,68 juta. Sementara itu, total liabilitas turun 12 persen menjadi USD38,94 juta.

Zaki menilai pertumbuhan laba bersih hingga September 2026 tidak terlepas dari optimalisasi kesiapan alat berat dan pengendalian biaya di lapangan.

“Lonjakan laba bersih sebesar 53 persen hingga Kuartal III-2026 mencerminkan disiplin eksekusi yang kuat dari seluruh tim dalam mengoptimalkan kesiapan alat berat, memaksimalkan cuaca kerja yang kondusif, serta menjaga efisiensi biaya operasional di lapangan,” ujar Zaki di Jakarta, Senin (2/11/2026).

Untuk mendukung aktivitas operasional berikutnya, Samindo telah mengoperasikan tambahan unit heavy dump truck baru. Perseroan juga memperoleh tambahan volume kontrak dari klien utama sebesar 1 juta bcm untuk pekerjaan overburden removal dan 1 juta ton untuk produksi batu bara.

Dengan tambahan kapasitas dan kontrak tersebut, manajemen menyatakan optimisme bahwa pertumbuhan kinerja dapat berlanjut hingga akhir 2026.

Iklan