force majeure

Ilustrasi Moody's menurunkan prospek Bayan Resources menjadi negatif akibat ketidakpastian revisi RKAB dan kondisi force majeure
Saham

1 bulan yang lalu

Moody's Pangkas Outlook BYAN Jadi Negatif, Force Majeure Ancam Pangkas EBITDA

Moody's Ratings menurunkan prospek PT Bayan Resources Tbk (BYAN) menjadi negatif dari stabil, meski peringkat tetap di Ba1, dengan pemicunya kondisi force majeure akibat revisi RKAB 2026 yang belum disetujui, bukan masuknya Haji Isam. Moody's memperkirakan BYAN berpotensi kehilangan EBITDA hingga US$300 juta jika revisi RKAB tak kunjung disetujui, sementara transaksi pengambilalihan 30% saham oleh Haji Isam lewat Jhonlin Baratama berjalan dan Kementerian ESDM menargetkan evaluasi revisi RKAB

TR

Tim Redaksi Emitenhub

EmitenHub

Baca
Area tambang batu bara PT Bayan Resources Tbk (BYAN) di tengah perubahan struktur kepemilikan saham
Saham

1 bulan yang lalu

Haji Isam Resmi Caplok 30% Saham BYAN Rp114,5 Triliun, Laba Bayan Melonjak 17%

Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam resmi mengambil alih 30% atau 10 miliar saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) melalui Jhonlin Baratama, dengan penandatanganan CSPA pada 16 September 2026 yang ditaksir bernilai sekitar Rp114,5 triliun. Volume ini lebih kecil dari kabar awal sebesar 62,25%, dan transaksi berlangsung saat tiga anak usaha BYAN menyatakan force majeure akibat RKAB 2026 yang belum terbit.

TR

Tim Redaksi Emitenhub

EmitenHub

Baca →
Area tambang batu bara PT Bayan Resources Tbk (BYAN) di tengah perubahan struktur kepemilikan saham
Saham

1 bulan yang lalu

Saham BYAN Bergerak Liar Ditekan Rumor Akuisisi Haji Isam dan Force Majeure

Saham PT Bayan Resources (BYAN) bergerak liar sepanjang tahun ini, melorot 20,66% ke Rp11.450 dalam sebulan terakhir, tertekan kabar pengambilalihan oleh Haji Isam serta keadaan force majeure tiga anak usahanya akibat revisi RKAB 2026 yang belum disetujui. Mengutip Bloomberg, Haji Isam dikabarkan menawar sekitar US$3 miliar untuk 62% saham BYAN pada diskon sekitar 80% dari harga pasar, sementara Kementerian ESDM menargetkan evaluasi revisi RKAB tiga anak usaha Bayan rampung pekan ini.

TR

Tim Redaksi Emitenhub

EmitenHub

Baca →

Artikel force majeure