Emitenhub.com - PT Swasaya Prakarsa Tbk (SWAP) menggelar penawaran umum perdana saham (IPO) dengan menawarkan sebanyak-banyaknya 323 juta saham baru atau setara 30,30% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO.
Dalam prospektus yang diterbitkan Senin (24/8), dengan masa penawaran awal atau bookbuilding pada 24-27 Agustus 2026, saham SWAP ditawarkan pada rentang harga Rp130-Rp140 per saham. Dengan jumlah saham maksimal yang ditawarkan, SWAP berpotensi menghimpun dana IPO hingga Rp45,22 miliar.
Saham yang ditawarkan merupakan saham baru dengan nilai nominal Rp20 per saham. Seusai IPO, jumlah saham ditempatkan dan disetor penuh SWAP akan meningkat dari 743 juta saham menjadi 1,066 miliar saham.
Masuknya saham publik membuat kepemilikan pemegang saham lama terdilusi. PT Gama Multi Usaha Mandiri yang sebelumnya menguasai 97,16% saham akan turun menjadi 67,72% seusai IPO.
Sementara itu, kepemilikan Universitas Gadjah Mada (UGM) turun dari 2,69% menjadi 1,88%. PT Radio Swaragama turun dari 0,08% menjadi 0,05%, sedangkan Bondan Ardiningtyas dari 0,07% menjadi 0,05%.
Dana hasil IPO, setelah dikurangi biaya emisi, akan digunakan untuk kebutuhan pengembangan bisnis perseroan.
Penawaran umum ini menunjuk PT Sukadana Prima Sekuritas sebagai Penjamin Pelaksana Emisi Efek. Penjamin Pelaksana Emisi Efek dan Penjamin Emisi Efek akan menjamin seluruh penawaran saham dengan skema kesanggupan penuh (full commitment).
PT Swayasa Prakarsa Tbk mencatat rugi bersih sebesar Rp570,59 juta hingga 28 Februari 2026. Meski masih membukukan kerugian, angka tersebut membaik dibandingkan periode sama tahun sebelumnya yang mencapai Rp978,70 juta.
Berdasarkan laporan keuangan perseroan pada Senin (24/8), perbaikan rugi bersih itu mencapai sekitar 41,70% secara tahunan (year on year/yoy). Kondisi ini terjadi di tengah peningkatan pendapatan usaha perseroan.
Pendapatan usaha Swayasa Prakarsa tercatat sebesar Rp588,87 juta hingga Februari 2026, naik 28,16% dibandingkan Rp459,48 juta pada periode sama 2025. Namun, kenaikan pendapatan itu belum mampu mendorong laba usaha karena beban pokok pendapatan turut meningkat menjadi Rp484,09 juta dari Rp313,42 juta.
Adapun perkiraan jadwal IPO SWAP sebagai berikut:
Masa Penawaran Awal (Bookbuilding): 24-27 Agustus 2026
Tanggal Efektif: 31 Agustus 2026
Masa Penawaran Umum Perdana Saham: 2-8 September 2026
Tanggal Penjatahan: 8 September 2026
Tanggal Distribusi: 9 September 2026
Tanggal Pengembalian Uang Pemesanan: 9 September 2026
Tanggal Pencatatan pada Bursa Efek Indonesia: 10 September 2026
Perseroan menjalankan bisnis manufaktur produk kesehatan berbasis riset, mulai dari alat kesehatan elektromedis dan non-elektromedis hingga obat herbal serta pangan sehat. Produk perusahaan ini antara lain dipasarkan dengan merek INASHUNT, Gama-CHA, dan Venindo. Sementara itu, produk herbal dan pangan sehat dikembangkan melalui Gama Herbal Indonesia dan Gamafood. Target pasar Swayasa Prakarsa mencakup beragam fasilitas pelayanan kesehatan, tenaga medis profesional, jaringan distributor, hingga konsumen secara langsung.


