Saham

Laba ELSA Melonjak 29%, Kepemilikan Saham Haiyanto Justru Menyusut

Ringkasan Cepat

Kepemilikan Haiyanto di PT Elnusa Tbk (ELSA) tercatat menurun dibandingkan akhir 2025, meski data 28 Oktober 2026 menunjukkan pembelian 3,02 juta saham. Di sisi fundamental, Elnusa membukukan laba bersih Rp681,5 miliar hingga September 2026, naik 29% secara tahunan. Pendapatan mencapai Rp12,1 triliun, tumbuh 16%, dan EBITDA naik 28% menjadi Rp1,3 triliun. Saham ELSA diperdagangkan sekitar Rp620 pada 30 Oktober 2026.

• 3 menit membaca
R
Oleh Rio Henanto
Ilustrasi saham PT Elnusa Tbk (ELSA) terkait perubahan kepemilikan investor Haiyanto dan pertumbuhan laba bersih 29% menjadi Rp681,5 miliar hingga September 2026.

Ilustrasi saham PT Elnusa Tbk (ELSA) terkait perubahan kepemilikan investor Haiyanto dan pertumbuhan laba bersih 29% menjadi Rp681,5 miliar hingga September 2026. (Foto:ELSA)

Emitenhub.com - Kepemilikan investor individu Haiyanto di PT Elnusa Tbk (ELSA) tercatat lebih rendah dibandingkan posisi akhir 2025. Pengurangan kepemilikan tersebut menjadi perhatian ketika emiten jasa energi Grup Pertamina itu mencatat pertumbuhan laba bersih sebesar 29 persen sepanjang sembilan bulan pertama 2026.

Berdasarkan data kepemilikan saham yang dikutip per 29 Oktober 2026, Haiyanto dilaporkan kembali melepas sebanyak 3.023.100 saham ELSA.

Kepemilikannya disebut berada pada posisi 423.692.800 saham atau sekitar 5,81 persen dari total saham perseroan.

Sebagai perbandingan, berdasarkan Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek per 31 Desember 2025, Haiyanto memiliki 454.538.400 saham ELSA atau setara 6,22 persen.

Dengan membandingkan kedua posisi tersebut, kepemilikan Haiyanto berkurang 30.845.600 saham sejak akhir 2025.

Aktivitas pengurangan kepemilikan telah terlihat sejak awal Maret 2026. Pada periode 4 hingga 6 Maret, Haiyanto tercatat menjual total 17.955.600 saham ELSA.

Rinciannya meliputi penjualan 8.135.600 saham pada 4 Maret, sebanyak 8.070.000 saham pada 5 Maret, dan 1.750.000 saham pada 6 Maret 2026.

Meski demikian, perubahan kepemilikan sepanjang tahun tidak seluruhnya berupa penjualan. Data perubahan saham juga menunjukkan adanya penambahan kepemilikan pada periode tertentu.

Hingga informasi tersebut disampaikan, belum terdapat penjelasan resmi dari Haiyanto mengenai tujuan transaksi maupun rencana pengelolaan sisa kepemilikannya di ELSA.

Haiyanto masih menjadi salah satu pemegang saham individu terbesar Elnusa. Sementara itu, pemegang saham pengendali perseroan adalah PT Pertamina Hulu Energi dengan kepemilikan sekitar 3,72 miliar saham atau 51,10 persen.

Dari sisi perdagangan, saham ELSA berada di level Rp620 per saham pada Jumat (30/10/2026) sekitar pukul 15.00 WIB, setelah bergerak dalam rentang Rp610 hingga Rp635.

Pada harga tersebut, saham ELSA telah menguat 21,57 persen sejak awal tahun, tetapi masih terkoreksi sekitar 21,52 persen dalam enam bulan terakhir.

Kapitalisasi pasar perseroan pada level harga Rp620 tercatat sekitar Rp4,53 triliun.

Laba ELSA Tumbuh 29 Persen Jadi Rp681,5 Miliar

Di tengah perubahan kepemilikan saham tersebut, Elnusa membukukan pertumbuhan kinerja keuangan sepanjang Januari hingga September 2026.

Berdasarkan laporan kinerja yang diumumkan pada Rabu (28/10/2026), laba bersih ELSA meningkat 29 persen secara tahunan menjadi Rp681,5 miliar.

Pendapatan perseroan mencapai Rp12,1 triliun, naik 16 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pertumbuhan pendapatan turut diikuti peningkatan laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi atau EBITDA sebesar 28 persen menjadi Rp1,3 triliun.

Sementara itu, margin laba bersih atau net profit margin (NPM) tercatat sebesar 5,6 persen.

Direktur Keuangan Elnusa Nelwin Aldriansyah mengatakan pertumbuhan laba yang melampaui kenaikan pendapatan didukung pengelolaan biaya, optimalisasi aset, dan peningkatan produktivitas operasional.

"Pertumbuhan laba bersih yang lebih tinggi dibandingkan pendapatan menunjukkan semakin baiknya kualitas pertumbuhan bisnis Elnusa," ujar Nelwin.

Dari sisi arus kas, Elnusa mencatatkan kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi sebesar Rp522,9 miliar sepanjang sembilan bulan pertama 2026.

Posisi kas dan setara kas mencapai Rp2,1 triliun, sedangkan total aset perseroan tercatat sebesar Rp11,7 triliun dengan ekuitas Rp5,7 triliun per akhir September 2026.

Elnusa juga memiliki peringkat kredit idAA+ dari PEFINDO.

Berdasarkan komposisi bisnis, penjualan barang serta jasa distribusi dan logistik energi menjadi kontributor pendapatan terbesar dengan porsi 62 persen.

Selanjutnya, jasa hulu migas terintegrasi menyumbang 30 persen dari total pendapatan, sedangkan jasa penunjang migas memberikan kontribusi sebesar 8 persen.

Dengan demikian, perubahan kepemilikan saham oleh investor individu berlangsung ketika Elnusa masih mencatat pertumbuhan pendapatan dan laba pada sembilan bulan pertama 2026.

Namun, data yang tersedia belum menunjukkan adanya hubungan langsung antara transaksi kepemilikan Haiyanto dan perkembangan kinerja keuangan perseroan.

Iklan