Saham

BUMI Genjot Eksplorasi Tambang di Kalimantan dan Australia Sepanjang Juli 2026

Ringkasan Cepat

BUMI melaporkan eksplorasi tambang sepanjang Juli 2026 ke BEI melalui tiga anak usaha, yaitu KPC, Arutmin, dan Wolfram Limited. Pengeboran menjangkau sejumlah pit di Kalimantan serta proyek MT Carlton dan Crush Creek di Australia. Perusahaan memakai hasilnya untuk memperbarui sumber daya mineral dan mencari target mineralisasi baru.

• 2 menit membaca
R
Oleh Rio Henanto
Aktivitas pengeboran eksplorasi tambang Bumi Resources (BUMI) melalui anak usaha KPC dan Arutmin

Aktivitas pengeboran eksplorasi tambang Bumi Resources (BUMI) melalui anak usaha KPC dan Arutmin (Foto:BUMI)

Emitenhub.com - PT Bumi Resources Tbk (BUMI) memperlebar basis sumber daya mineralnya lewat eksplorasi yang berjalan di tambang dalam negeri sekaligus proyek di Australia. Emiten Grup Bakrie ini menjalankan pengeboran terbuka, pengeboran inti, dan survei geofisika untuk memperbarui sumber daya sekaligus mencari target mineralisasi baru. Arahnya jelas, perusahaan tidak hanya bertumpu pada aset batu bara Indonesia.

Sekretaris Perusahaan BUMI Irana Candra Mala menyampaikan laporan aktivitas eksplorasi itu ke Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (8/10). Kegiatan berlangsung sepanjang Juli 2026. Pelaksananya tiga anak usaha, yakni PT Kaltim Prima Coal (KPC), PT Arutmin Indonesia, dan Wolfram Limited.

KPC menggarap lima area tambang dalam satu periode. Eksplorasi menyentuh Pit Pedayak West (North), Pit Inul Middle, Pit Inul Lignite, Pit Bendili, dan Pit South Pinang Ext 2. Perusahaan memakai metode pengeboran lubang terbuka dan lubang inti.

Volume pengeboran di Pit South Pinang Ext 2 tergolong besar. Area itu membukukan 13 lubang terbuka dan 25 lubang inti. Pit Inul Lignite mencatat 16 lubang terbuka tanpa pengeboran lubang inti pada periode yang sama. Setiap area punya rencana tindak lanjut pengeboran dan evaluasi sesuai hasil yang diperoleh.

Jejak eksplorasi BUMI juga terentang hingga Australia lewat Wolfram Limited. Pengeboran berlangsung di MT Carlton dan Crush Creek. Metodenya mencakup reverse circulation (RC), pengeboran intan, serta pengujian Induced Polarisation (IP).

Di MT Carlton, kegiatan mencakup pengeboran infill, ekstensional, dan penemuan baru di Brighton. BUMI akan memakai hasilnya untuk memutakhirkan sumber daya mineral sambil menunggu pekerjaan lanjutan.

Pengeboran di Crush Creek masih berjalan dan sudah memberi temuan positif. Perseroan akan menafsirkan hasil tersebut, lalu memperluas dan memperbarui estimasi sumber dayanya. Survei IP di lokasi itu menjaring sejumlah target baru yang akan dievaluasi untuk menyusun rencana pengeboran.

Arutmin menjalankan eksplorasi di Pit 11 dan Pit 9 Kintap serta kawasan Pit 8-14 Senakin. Di Kintap, pengeboran inti diarahkan untuk mengambil sampel material geoteknik. Di Senakin, perusahaan menjajaki potensi tambang bawah tanah melalui pengeboran lubang inti dan kegiatan geoteknik.

Aktivitas di Pit 11 dan Pit 9 Kintap mencakup satu lubang terbuka dan 12 lubang inti. Kegiatan lanjutan di Pit 9 menambah lima lubang inti/geoteknik.

Iklan